Terima Pengurus DPP Pemuda Perindo, Bamsoet Mengajak Kaum Muda Optimalkan Literasi Teknologi

Jumat, 23 April 2021 – 19:10 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima pengurus DPP Pemuda PERINDO, di Jakarta, Kamis (22/4). Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan pemuda punya keterkaitan yang kuat dengan literasi teknologi. Hal itu sebagaimana terlihat dari data BPS yang mencatat 85,62 persen pemuda Indonesia adalah pengguna aktif internet.

Dia menambahkan laporan salah satu portal data terkemuka dunia, Statista, juga mencatat bahwa sekitar 65,7 persen pengguna teknologi informasi dalam platform media sosial adalah pemuda dengan rentang usia 18 hingga 34 tahun.

BACA JUGA: Bamsoet Ingin Pemuda dan Pelajar Berkarakter Indonesia Berhati Pancasila

Mengacu pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, klasifikasi pemuda dibatasi pada rentang usia antara 16 hingga 30 tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemuda Indonesia hingga akhir tahun 2020 diperkirakan sebesar 64,5 juta jiwa, atau hampir seperempat dari total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 270,2 juta jiwa.

BACA JUGA: Pemerintah Ingatkan Pemuda Antisipasi Perkembangan Teknologi dengan Baik

Bamsoet mengatakan jika pemaknaan definisi pemuda tersebut diperluas pada rentang usia produktif antara 15-34 tahun, maka penduduk berusia muda mencapai sekitar 88,8 juta jiwa atau hampir 33 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Di tengah periode bonus demografi yang kita alami saat ini dari 70,72 persen penduduk usia produktif, hampir 69 persennya atau sekitar 131,6 juta jiwa adalah sumber daya manusia potensial yang berusia antara 15 hingga 44 tahun," ujar Bamsoet usai menerima pengurus DPP Pemuda PERINDO, di Jakarta, Kamis (22/4).

BACA JUGA: China Siapkan Superkomputer untuk Internet Berkecapatan Tinggi

Pengurus DPP Pemuda PERINDO yang hadir antara lain Ketua Umum Effendi Syahputra, Sekretaris Jenderal Diska Resha Putra, Bendahara Umum Vicky HC, dan Direktur Eksekutif Ben Telaumbanua.

Bamsoet memaparkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia mencatat bahwa hingga kuartal II tahun 2020, tingkat penetrasi internet di tanah air mencapai 73,7 persen atau hampir 200 juta orang.

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan butuh peran pemuda untuk memastikan ruang internet tetap sehat, tidak tersebar polusi hoaks, hate speech, maupun propaganda adu domba sesama anak bangsa.

"Tanpa dukungan pemuda, besarnya penetrasi internet tersebut malah akan menjadi malapetaka. Misalnya, suatu berita hoaks atau paham radikal yang tersebar melalui internet, dapat dengan mudah diakses ratusan juta masyarakat Indonesia hanya dalam hitungan detik, dan itu hanya berjarak satu sentuhan jari saja," papar Bamsoet.

Wakil ketua umum Partai Golkar ini menekankan peningkatan penetrasi internet sayangnya juga berbanding lurus dengan kejahatan siber.

Sebagai perbandingan, pada periode Januari hingga Agustus 2019, jumlah serangan siber di Indonesia mencapai 39,3 juta.

Sementara, pada periode Januari hingga Agustus 2021, naik drastis menjadi hampir 190 juta serangan siber.

Artinya, pada masa pandemi Covid-19, kejahatan siber naik lebih dari empat kali lipat.

"Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, kita tidak dapat menafikan potensi dampak negatifnya khususnya bagi generasi muda bangsa,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, membekali generasi muda dengan nilai-nilai dan wawasan kebangsaan, untuk melindungi jatidiri dan identitas kebangsaan di masa depan, menjadi sebuah keniscayaan.

“Khususnya kepada para pemuda yang berada dalam organisasi politik, yang kelak akan menjadi bagian dari kepemimpinan nasional," tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga memotivasi generasi muda yang sudah memilih terjun di dunia politik, agar selalu memanfaatkan teknologi informasi untuk memajukan semangat kebangsaan.

Kemudian. menjadikan perjalanan di dunia politik sebagai ladang amalan untuk membantu masyarakat, bukan justru untuk memperkaya diri sendiri.

"Menjadi politisi adalah pengabdian diri secara total untuk bangsa dan negara. Keterlibatan pemuda di politik adalah angin segar bagi masa depan demokrasi Indonesia. Karenanya pemuda jangan sampai merusak nilai luhur politik yang bertujuan untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, serta mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI   Bamsoet   Pemuda   Internet   teknologi  

Terpopuler