Terima Satgas Antimafia Bola, Menpora Ingin Pengaturan Skor dan Suap Terus Dibersihkan

Senin, 10 Februari 2020 – 23:05 WIB
Menpora Zainudin Amali menerima Kasatgas Antimafia Bola Hendro Pandowo di ruang kerjanya Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/2) siang. Foto: Kemenpora.go.id

jpnn.com, JAKARTA - Menpora Zainudin Amali berharap sepak bola Indonesia terus bersih dari suap-menyuap dan pengaturan skor.

Menpora menyampaikan hal itu usai menerima Kasatgas Anti-Mafia Bola Hendro Pandowo di ruang kerjanya Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/2) siang.

BACA JUGA: PSSI - Bareskrim Bentuk Satgas Anti-Pengaturan Skor

Menurut Menpora, bangsa Indonesia akan mendapatkan timnas sepak bola yang baik yang hanya bisa didapatkan dan dibangun dari penyelenggaraan kompetisi yang fair, akuntabel tanpa dicederai berbagai masalah yang merusak citra sepak bola.

“Kami berterima kasih kepada Pak Kapolri yang memperpanjang masa tugas dari Satgas Anti-Mafia Bola ini," kata Menpora didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan Staf Khusus Olahraga M. Nigara.

BACA JUGA: Satgas Buka Kemungkinan Tersangka Baru Kasus Mafia Bola

"Kita berharap Satgas Anti Mafia Bola dapat membersihkan semua hal dipersepakbolaan nasional baik di turnamen dan kejuaraan terutama ada di liga I,II dan III dapat terhindar dari hal-hal yang mencemari penyelenggaraan pertandingan mulai dari suap-menyuap, pengaturan skor dan berbagai hal yang mencederai sportifitas olahraga sepakbola nasional," tutur Menpora.

Menpora juga berharap satgas ini terus berjalan terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-21. "Kita juga berharap Satgas Mafia Bola Jilid III ini akan terus berjalan, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Kerja mereka akan bertambah untuk menjaga agar perhelatan Piala Dunia U-20 ini terhindar dari hal-hal mencemarkan sepak bola nasional," tambahnya

BACA JUGA: Menpora: Olahraga Golf di Indonesia Sudah Berkembang Baik

Kasatgas Hendro Pandowo menyampaikan Satgas Anti Mafia Bola bekerja sesuai perintah Kapolri mulai 1 Februari hingga 31 Agustus 2020.

“Bekerja tetap sesuai seperi Satgas Anti Mafia Bola jilid I dan II yakni melakukan pengawasan dan monitoring sepakbola nasional," ujarnya.

Monitoring ini lanjutnya, dilakukan baik di kompetisi Liga I, II dan III dan akan dibantu oleh Kasub Satgas di 11 Wilayah tempat bertandingnya Liga I.

“Kami mendukung Pak Menpora untuk mewujudkan sepakbola Indonesia yang bersih, bermartabat dan berdedikasi terutama rekrutmen, pengawasan, monitoring terhadap pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021," sambungnya.(ikl/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler