Terjadi Peningkatan Jumlah Pengunduhan Aplikasi Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia

Senin, 05 Oktober 2020 – 12:04 WIB
Ilustrasi logo wanita memegang smartphone dengan aplikasi dompet digital. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - PERUSAHAAN teknologi global Criteo, yang merupakan pemimpin global e-commerce melaporkan adanya peningkatan jumlah pengunduhan aplikasi di Indonesia.

Dalam hal ini pengunduhan aplikasi belanja, komunikasi, dan hiburan selama pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Huawei Memberikan Solusi untuk Membantu e-commerce

Sebanyak 49 persen konsumen Indonesia mengunduh setidaknya satu aplikasi belanja (ritel, makanan, atau toko bahan makanan/ alkohol) selama puncak wabah COVID-19.

Selain itu, hampir 3 dari 10 responden mengatakan mereka telah mengunduh aplikasi belanja ritel baru dalam beberapa minggu terakhir.

BACA JUGA: GoFood Kalahkah 46 Aplikasi Sejenis di 17 Negara  

" COVID-19 telah meningkatkan pentingnya aplikasi bagi pengguna karena kenyamanan dan kemudahan yang diberikannya selama ini," kata Direktur Komersial untuk Konsumen Skala Besar, Asia Tenggara di Criteo, Pauline Lemaire melalui keterangannya, Senin.

" Kami melihat bahwa ini bisa terus menjadi tren bahkan pada tahap pemulihan setelah lockdown sekalipun, karena konsumen telah merasakan dan menikmati manfaatnya," imbuhnya.

BACA JUGA: Moncer di E-commerce, Begini Cara Coocaa Gaet Konsumen

Selain aplikasi belanja, sekitar 56 persen konsumen mengunduh aplikasi jejaring sosial selama periode pemutus penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Aplikasi jejaring sosial adalah aplikasi yang paling banyak diunduh sebelum COVID-19, diikuti oleh Podcast, musik dan audio, dan game.

Selama COVID-19, penggunaan aplikasi untuk jejaring sosial (70 persen), podcast, musik dan audio (51 persen) dan game (41 persen) mengalami peningkatan tertinggi.

Selain kategori di atas, ada juga aplikasi yang paling banyak digunakan.

Termasuk pengiriman makanan (44 persen), pengiriman bahan makanan (35 persen), dan belanja ritel (34 persen).

Pengguna juga banyak menggunakan untuk pendidikan (20 persen), konferensi video.

Lalu produktivitas (31 persen), keuangan (32 persen), dan aplikasi pereda stress (28 persen).

Adapun beberapa faktor memengaruhi pengunduhan aplikasi.

Beberapa di antaranya adalah iklan di jejaring sosial dan televisi (55 persen), serta rekomendasi teman atau keluarga (44 persen).

Survei Criteo menunjukkan bahwa Generasi Z dan Milenial sedikit lebih mungkin untuk melakukan pembelian dalam aplikasi dibandingkan dengan generasi terdahulu.

Ini terutama untuk aplikasi hiburan (43 persen), dan aplikasi belanja (36 persen).

Mereka memiliki preferensi yang lebih tinggi untuk penggunaan aplikasi seperti yang diamati di sebagian besar kategori produk bahkan sebelum pandemi COVID-19.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler