Terkenal Nyentrik, Begini Perjalanan Karier Almarhum Rama Aiphama

Rabu, 11 Maret 2020 – 13:53 WIB
Rama Aiphama. Foto: dok.ANTARA /Fanny Octavianus/Spt/14

jpnn.com, JAKARTA - Kabar meninggalnya Rama Aiphama menyisakan duka bagi industri musik tanah air. Penyanyi serba bisa ini terkenal berkat sejumlah karya dan gayanya yang nyentrik.

Berikut perjalanan karier Rama Aiphama semasa hidup:

BACA JUGA: Penyanyi Nyentrik Rama Aiphama Meninggal Dunia

Rama Aiphama yang punya nama asli Sayyid Mohammad bin Syagab Al-‘Idrus lahir di Gorontalo, 17 September 1956. Dia merupakan penyanyi dan pencipta lagu berdarah Arab-Gorontalo.

Selama berkarier, Rama Aiphama dikenal sebagai penyanyi beraliran campuran Melayu, dangdut, reggae, dan keroncong. Pada era 90-an, dia memasuki puncak karier berkat lagu daur ulang Dinda Bestari.

BACA JUGA: Fauzi Baadilla: Mau Menuduh Gue Teroris, Tetapi Masih Malu-malu

Sejumlah karya berhasil mengantarkan Rama Aiphama dikenal di panggung hiburan tanah air. Antara lain Aku yang Merindukanmu (1981), Ratna (1987), Dinda Bestari (1995), Keroncong Disco Reggae (1996), Kroncong Disco Reggae Vol. 2 (1996), Jawa Disco Reggae (1997), Torang Samua Basudara (1999), Pesona Melayu (2001), Keroncong Jaipong Dangdut (2003), dan lainnya.

Rama Aiphama tidak hanya terkenal berkat lagu. Dia dikenal dengan gaya berpakaiannya yang khas. Pakaian yang menjuntai-juntai berwarna warni mecolok dipadukan dengan topi unik.

BACA JUGA: Ini Kabar Terbaru Kasus Lucinta Luna

Dari kehidupan pribadi, Rama Aiphama pernah menikah dengan Euis Kartika Sari pada 1993. Akan tetapi, keduanya bercerai pada 2009 lalu. pasangan ini selama menikah dikaruniai tiga orang anak.

Namun sayang berita duka datang dari Rama Aiphama hari ini. Dia dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (11/3) siang.

Kabar berpulangnya Rama Aiphama disampaikan oleh kerabatnya, Sam Alatas. Dia mengaku mendapat kabar duka Rama Aiphama dari pihak keluarga.

"Ya benar," kata Sam Alatas.

Rama Aiphama tutup usia di umur 63 tahun. Belum diketahui penyebab kematian penyanyi nyentrik tersebut, namun sebelum meninggal beliau sempat mengeluh sakit pada lambung.

Jenazah Rama Aiphama dimakamkan di TPU Al Muchtar Cimanggis. Ucapan belasungkawa terus mengalir untuk almarhum di media sosial.(mg3/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler