Terlelap Tidur, Pasutri Tewas Terbakar di Kupang

Minggu, 23 Oktober 2016 – 16:26 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - KUPANG - Musibah kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Bhakti Mulia, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT, Jumat dini hari.

Kebakaran kali ini merupakan yang terparah selama ini. Pasalnya, menewaskan sepasang suami istri (Pasutri).

BACA JUGA: Tiga Alfamart Sudah Disegel Tetap Nekat Berjualan

Diduga keduanya terlelap tidur saat kejadian. Sehingga terlambat menyelamatkan diri. Kedua korban itu adalah Abdul Hafiq, 60, dan Mase Omi, 50. 

Keduanya berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Mereka sudah delapan tahun tinggal di sana. Selama ini mereka hidup terpisah dengan ketiga anaknya yang memilih menetap di Bone.

BACA JUGA: Ribuan Keping Koin Kuno Ditemukan di Gunungkidul

Saksi mata sekaligus tetangga korban, At Adu menuturkan sekira pukul 01.30 Wita, dirinya pertama melihat kebakaran itu. 

"Waktu itu saya mau buang air kecil. Pas buka pintu, api menyala di dapur. Saya buru-buru bangunkan mereka. Kedua korban tak merespon sama sekali,” jelas At Adu seperti diberitakan Timor Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini.

BACA JUGA: Pegawai Dishub Tarik Pungli, Wali Kota: Kamu dan Atasan Temui Saya

Warga sekitar yang mendengar teriakan At Adu langsung berdatangan ke TKP dan berusaha memadamkan api. 

Sayang, upaya mereka tak sanggup menjinakan kobaran api. 

Sekira setengah jam kemudian, dua unit mobil pemadam kebaran dikerahkan ke lokasi kejadian. 

Pukul 04.00 Wita, aparat Polres Kupang Kota melalui Tim Inafis melakukan olah TKP. 

Saat itu, jasad pasutri, Abdul Hafiq, ditemukan tergeletak di pintu keluar samping rumah kontarakan. 

Sementara jasad Mase Omi, 50, ditemukan di belakang kulkas tak jauh dari jasad suaminya.

Oleh polisi, kedua korban meninggal ini langsung dilarikan ke kamar jenasah RSUD Prof. DR. W.Z Johannes Kupang, NTT guna dilakukan autopsi.

Diduga kuat, kedua korban sempat berusaha menyelamatkan diri namun tidak berhasil. "Keduanya diduga tewas keracunan asap api," ujar Kanit Pidum Polres Kupang, Ipda Komang Sukamara.(gat/ito/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Marak Pungli, PAD tak Pernah Tercapai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler