Ternyata Miss V Bisa Dikencangkan hanya Dalam Satu Jam, Begini Caranya

Minggu, 22 Maret 2015 – 14:45 WIB
Ilustrasi. FOTO: ist

jpnn.com - ORGAN intim yang sehat dan kencang masih menjadi salah satu faktor penting yang membuat banyak perempuan percaya diri. Meski pengaruhnya terhadap kepuasan seksual suami istri masih dalam perdebatan, ada saja perempuan yang memilih mengencangkan kembali otot V (vagina, Red). Terutama setelah melahirkan.

''Istilahnya ini vaginoplasty. Mengembalikan jalan lahir,'' ujar Prof Dr M. Sjaifuddin Noer SpBP RE (K) dalam seminar prakongres nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekons­truksi dan Estetik Indonesia (Perapi) ke X di Universitas Airlangga kemarin (21/3).

BACA JUGA: Ini Penyebab Nyeri saat Bercinta

Menurut dia, tindakan itu tidak hanya bisa dilakukan untuk perempuan yang sudah melahirkan. Namun, kebanyakan yang mengencangkan otot vagina adalah perempuan yang sudah menikah. Mayoritas usianya lebih dari 30 tahun. Tujuannya tentu untuk keharmonisan hubungan suami istri.

Sjaifuddin menyatakan, pasca persalinan, kondisi miss V biasanya sobek sebagai akibat dari tindakan episiotomi. Akibatnya, miss V melebar. Longgarnya otot tersebut bergantung berat bayi. Semakin besar bayi, semakin longgar otot vaginanya. Karena itu, elastisitas organ intim pun berkurang.

BACA JUGA: Boleh Tunda Hamil, Asal...

''Kelebihannya, vaginoplasty tidak perlu membuang jaringan. Hanya membuat otot melipat lagi sehingga jadi rapat,'' ungkap kepala Departemen SMF Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik FK Unair itu.

Menurut Sjaifuddin, dokter akan memeriksa dulu kondisi miss V sebelum operasi. Jika ada perempuan muda yang ingin vaginoplasty, dokter tidak menyarankan tindakan pembedahan. Namun memberikan latihan untuk mengencangkan miss V dengan senam kegel. ''Senamnya dengan gerakan seperti mengejan dan menahan,'' ucap dokter alumnus FK Unair itu.

BACA JUGA: Rambut Diikat Seperti Ekor Kuda, Tanda Perempuan Berkarakter...

Dokter spesialis bedah plastik dr Lynda Hariani SpBP RE menambahkan, vaginoplasty sering dikenal sebagai cara untuk membuat perempuan kembali ''perawan''. Anggapan itu muncul karena miss V menjadi kencang lagi. Menurut Lynda, otot vagina dinyatakan sudah kendur jika lebarnya melebihi dua jari orang dewasa. ''Ini bisa direparasi. Peremajaan vagina,'' jelasnya.

Menurut dia, kebanyakan perempuan datang dengan keluhan tidak pede saat berhubungan intim dengan suami. Sebab, lebar vaginanya ada yang lebih dari 3 cm. Alasannya telah melahirkan atau trauma. Yakni, pernah terjatuh sehingga vagina robek. Jika di luar negeri, ada yang karena korban pemerkosaan. ''Ada yang merasa miss V tidak kencang, jadi suami kurang puas. Harus diperiksa dulu dan dijelaskan,'' papar Lynda.

Jika memang diputuskan operasi, pasien akan dibius total atau bius spinal regional seperti saat melahirkan dengan sectio Caesar. Pembedahan dilakukan dengan cepat. Hanya satu jam. Tindakan yang dilakukan adalah menjahit otot vagina dengan teknik khusus. Dalam sepuluh hari, benang jahit bisa dibuka.

Dia menambahkan, kualitas vaginoplasty akan jauh berkurang ketika perempuan itu melahirkan lagi lewat jalan normal. Otot vagina kembali longgar. Meski tergolong operasi kecil, vaginoplasty tetap berisiko. Misalnya, pendarahan atau infeksi. Namun, Lynda menjamin risiko tersebut sangat bisa diminimalkan. ''Asal sesuai prosedur, insya Allah aman,'' jelas Lynda. (nir/c15/ayi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Dia Manfaat Group Walking


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler