Teroris Makin Biadab, Aparat Harus Lebih Sigap

Minggu, 13 Mei 2018 – 11:35 WIB
Ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Ilustrasi Foto: Jawapos.com

jpnn.com, JAKARTA - Maarif Institute mengutuk teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Masing-masing di Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan.

Menurut Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhd Abdullah Darraz, peristiwa yang terjadi merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat meresahkan masyarakat.

BACA JUGA: Teroris Sasar Gereja, Begini Respons PKS

Apalagi aksi kekerasan dan teror sebelumnya juga dilakukan sejumlah narapidana teroris di Rutan Salemba cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (9/5) lalu.

Peristiwa itu mengakibatkan lima anggota kepolisian gugur dengan luka di sekujur tubuhnya.

BACA JUGA: Surabaya Berduka, Sudah Ada Sembilan Korban Jiwa

"Maarif institute mengutuk keras pelaku teror dan kekerasan atas nama apa pun. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," ujar Darraz, Minggu pagi.

Darraz lebih lanjut mengatakan, tindakan bom bunuh diri dan penyerangan terhadap aparat negara merupakan tindakan melawan hukum.

BACA JUGA: PB HMI Kecam Keras Pelaku Bom Diri di Surabaya

Menurutnya, aksi biadab bom bunuh diri telah merusak bangunan kemanusiaan dan kedamaian dalam kehidupan sosial di Indonesia.

Karena itu, aparat keamanan diharapkan bisa lebih sigap mengantisipasi aksi kejahatan luar biasa yang terjadi.

"Negara harus bertindak tegas terhadap pelaku teror. Apalagi terjadi hanya beberapa hari saja menjelang bulan suci Ramadhan," ucapnya.

Maarif Institute juga memberikan dukungan kepada kepolisian dalam menjalankan perannya melindungi masyarakat.

"Aksi teror ini telah meresahkan masyarakat. Masyarakat selalu mendukung kepolisian dalam menindak pelaku teror" pungkas Darraz.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Ada Bom, Kapolda, Pangdam dan Gubernur Dievakuasi


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler