Terpilih atau Terhenti di Honda DBL All-Star 2014

Kamis, 25 September 2014 – 14:43 WIB
Terpilih atau Terhenti di Honda DBL All-Star 2014. JPNN.com

SURABAYA - Honda Developmental Basketball League (DBL) Camp 2014 memasuki fase akhir. Malam ini kandidat DBL All Star 2014 akan diumumkan di DBL Arena Surabaya. Mereka yang terpilih, nantinya semakin memiliki kesempatan besar menjadi bagian dari skuad DBL All-Star 2014. Selain itu mereka juga berkesempatan untuk berangkat, belajar dan bertanding ke Amerika Serikat pada November mendatang.
       
Di latihan dua hari terakhir, kemarin dan hari ini, camper 24 besar ditatar dengan dua hal utama yakni pengembangan pola permainan dan scrimmage game. Kemampuan camper dalam menerapkan strategi yang diminta oleh tim pelatih dari WBA dinilai dan diperhatikan dengan amat detil.
       
Enam pelatih dari WBA yakni Andrew Vlahov, Shane Froling, Jason Cuperus, Donna Cuperus, Mark Heron, dan Kyle Armour turun langsung untuk menilai. Itu juga ditambah dengan empat pelatih dari NBL Interpreter yakni Jerry Lolowang, Xaverius Prawiro, Kaleb Ramot Gemilang dan Ferdinand Damanik.
       
"Persaingan memperebutkan tempat di tim semakin ketat. Untuk mendapatkannya, setiap pemain memang harus mengerahkan dan menunjukkan seluruh kemampuan yang dimilikinya kepada kami," jelas Froling.
        
Camper pun tampak sudah sangat memahami itu. Pada latihan kemarin mereka tampil habis-habisan, apalagi pada sesi scrimmage game. Setiap camper seakan tidak mau mengalah dan tampil penuh semangat.
      
Maklum, itu lantaran dua hari terakhir ini memang merupakan penilaian akhir bagi penampilan mereka di Honda DBL Camp 2014. Hanya ada dua pilihan bagi camper. Terpilih atau terhenti sampai tahap ini.
       
"Saya tidak mau kalah. Harus tetap semangat. Meskipun kalah size, berarti saya harus menang di kecepatan," jelas Bryant Ariel Wijaya, camper asal SMA Tiara Kasih Jakarta.
       
Di antara 24 besar camper putra, Bryant memang yang paling mungil dengan tinggi badan 162 cm. Dia harus bersaing ketat dengan beberapa pemain lain yang juga berposisi sebagai point guard dengan postur yang lebih tinggi.
       
"Secara umum, 24 besar putra maupun putri memiliki skill yang bagus. Kemampaun mereka dalam menerjemahkan apa yang menjadi keinginan pelatih di lapangan, itu yang sedang terus kami gembleng untuk ditingkatkan," tutur Jerry Lolowang pelatih dari NBL Interpreter.(irr)

BACA JUGA: Tambah Perunggu, Indonesia Masih Tanpa Emas

BACA ARTIKEL LAINNYA... Boaz Adalah Rohnya Persipura


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler