Terpisah 10 Tahun Setelah Menampar Istri

Selasa, 03 Oktober 2017 – 07:04 WIB
Terpisah 10 Tahun Setelah Menampar Istri. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Ada rasa penyesalan Donwori, 50 yang begitu besar. Kesalahan yang dilakukan dalam hidupnya tak akan pernah dilupa.

Kesalahan itu sangat fatal. Tidak hanya membuat biduk rumah tangganya hancur, tapi juga istri dan kedua anaknya pindah agama.

BACA JUGA: Kenakalan Istri, Suka Main Sama Klien Sampai Ketagihan

Sikapnya yang keras dan ucapannya yang sangat kasar membuat sakit hati. Istri dan anaknya pun menghilang selama 10 tahun. Mereka dipertemukan saat istrinya mengajukan gugatan cerai.

================================
Umi Hany Akasah - Radar Surabaya
================================

BACA JUGA: Rayuan Maut Donwori Membuat 3 Istri Bos Pasrah

Donwori tampak merasa sangat bersalah. Jika waktu bisa berputar, pria yang tinggal di kawasan Manyar Sabrangan ini mengaku akan berusaha menjadi pria penyabar dan tidak terlalu banyak komentar

"Biasa, dulu masih muda suka marah-marah. Kalau kerja gak ada hasilnya, ya marah ke mereka (anak dan istri, red). Pernah saya sampai terbawa emosi dan menampar mereka juga. Istri sempat kesal dan minggat. Meski begitu saya masih sayang mereka. Saya menunggu mereka balik ke rumah," ungkap Donjuan di sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Rabu (27/9).

BACA JUGA: Banyak Istri Banyak Rezeki

Namun waktu berganti waktu, Donjuan mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan istri dan anaknya. Donwori banting tulang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Apapun profesi pekerjaan dilakoninya.

Dia pernah bekerja sebagai sales, tukang perbaikan rumah, sampai kini ia bisa mempunyai dua toko distribusi air minum dan peralatan rumah tangga.

Selama tidak ada anak maupun istrinya, Donjuan sering main ke rumah keluarganya yang tidak jauh dari rumahnya.

Donwori menyatakan kalau dirinya sangat merindukan istri dan anak-anaknya, meski mereka belum kunjung kembali. Ia pun mengaku sangat menyesali semua sikap dan perkataannya kepada istri dan anak-anaknya.

"Bukan hanya karena telah membikin mereka minggat dari rumah, saya lebih menyesal karena anak-anak dan istri saya sampai keluar agama gara-gara sikap saya dahulu. Sungguh ini menjadi tanggungan saya kelak di akhirat," kata Donwori.

Saat ini, dia mengaku pasrah dengan kehidupan rumah tangganya. Ia juga masih berusaha menghubungi istri dan ketiga anaknya. Terutama kepada kedua anaknya yang ketika meninggalkannya masih kecil-kecil.

Donwori mengaku kangen dengan mereka.

"Kalau istri mungkin bisa jadi mantan, tapi kalau anak kan enggak. Saya masih berusaha supaya mereka bisa kembali ke agama saya, setidaknya kalau saya meninggal, doa mereka masih bisa sampai," ucap Donwori dengan tatapan sedih.

Sementara itu istrinya, Sephia, 50, yang ikut hadir dalam persidangan perdana perceraian mereka di PA mengaku sudah tenang dengan kehidupannya yang sekarang.

"Saya ada yang menolong, guru spiritual saya. Syukurlah sekarang saya sudah punya bisnis baju, anak-anak juga sekolahnya di sekolah yang bagus. Jadi, biar kami pisah saja dengan kebaikan bersama," kata Sephia.

Ibu tiga anak itu yakin proses gugatannya dapat berjalan cepat. Terlebih, dia sudah memiliki keyakinan berbeda dengan suaminya. "Kalau pun saya bertahan, Tuhan kita sudah berbeda," ucapnya.

(jpnn/sb/han/jek/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri Sakit Stroke, Suami Bersimpuh Minta Izin Menikah Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler