Tertekan Aksi Petik Untung

Rabu, 30 Oktober 2013 – 01:01 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) tak kuasa menahan derasnya aksi ambil untung (profit taking). Pada penutupan perdagangan kemarin, indeks melemah 27,77 poin (0,61 persen) ke 4.562,77. Sedangkan indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) drop 6,73 poin (0,87 persen) ke 776,09.

Head of Technical Research PT Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG mulai terusik dengan melemahnya bursa saham Asia. Pelaku pasar pun memanfaatkan tren kenaikan yang telah dibentuk IHSG untuk melakukan aksi petik untung.

BACA JUGA: Tahun 2020, Emirates Targetkan 70 Juta Penumpang

"Di sisi lain, tren kenaikan rupiah juga mulai terganggu jelang pertemuan The Fed," ujarnya Selasa (29/10).

Pelaku pasar, menurut dia, cenderung long position pada USD sebagai langkah antisipasi terhadap hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) tersebut. "Meski pelemahan rupiah belum signifikan, bisa saja tren berlanjut jika nanti hasil pertemuan The Fed kurang memuaskan," terusnya. Rupiah kemarin diperdagangkan di posisi Rp 11.090-Rp 11.085 per dolar AS (kurs tengah BI).

BACA JUGA: Biaya Penomeran Kartu Seluler Dinilai Sekadar Cari Uang

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berada di level support 4.553 dan resistance 4.600. IHSG kemarin lebih banyak bergerak di target support 4.562-4.582, bahkan ditutup mendekati support bawah.

Dengan pelemahan tersebut, tren kenaikan mulai terpatahkan dan mungkin terjadi pembalikan arah jika tidak ada sentimen positif yang mampu menahan koreksi tersebut. Frekuensi perdagangan kemarin tercatat 118.294 kali pada volume 4,083 miliar lembar senilai Rp 4,358 triliun. (gen/c11/ok)

BACA JUGA: Area Internasional T2 Bandara Juanda Rampung Maret 2014

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Luncurkan Outlet Solar Nonsubsidi di Merauke


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler