Tiga Syarat ini Memungkinkan Prabowo-Gibran Berpasangan di Pilpres 2024

Senin, 17 Februari 2020 – 13:56 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Antara/ Aditya Pradana Putra/ama.

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dan kepemiluan Girindra Sandino mengatakan, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Termasuk di Pemilihan Presiden 2024, tak tertutup kemungkinan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

"Politik itu susah ditebak. Semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk Prabowo berpasangan dengan Gibran di Pilpres 2024 juga bisa terjadi," ujar Girindra kepada jpnn.com, Senin (17/2).

BACA JUGA: Prabowo Selalu Meminta Arahan Presiden Jokowi

Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Democratic Center for Strategic Studies (IndecenterS) ini, ada beberapa syarat utama yang harus terpenuhi agar kemungkinan duet tersebut dapat terlaksana.

Pertama, Gibran harus menang di Pilkada Solo 2020 terlebih dahulu. Dalam hal ini, Prabowo diketahui telah memerintahkan jajaran di bawahnya untuk mendukung penuh Gibran.

BACA JUGA: Survei Indo Barometer: 23,7 Persen Menolak Gibran Bin Jokowi Maju di Pilkada Solo

"Saya kira perintah Prabowo agar Gerindra mendukung Gibran itu juga sebuah sinyalemen. Bukan tak mungkin sebagai persiapan menuju Pilpres 2024," ucapnya.

Kedua, setelah menjabat, popularitas dan elektabilitas Gibran harus terus meningkat. Karena tidak cukup hanya mengharapkan dukungan warga Solo semata, jika ingin bertarung di level nasional.

BACA JUGA: Pilwakot Solo, Golkar Klaim Lebih Dulu Usung Gibran

"Efek dari Pak Jokowi sepertinya cukup kuat meningkatkan elektoral Gibran nantinya. Tetapi itu tidak cukup. Gibran juga harus kelihatan menonjol, seperti Jokowi mula-mula dikenal publik secara luas saat masih menjabat wali kota Solo," ucapnya.

Ketiga, pria yang akrab disapa Giging ini menilai perlu restu dari PDIP. Artinya, sulit Prabowo dapat bersanding dengan Gibran jika tanpa dukungan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Imejnya, Jokowi dan PDIP itu seperti sudah menjadi satu. Nah, Gibran merupakan bagian dari Jokowi. Makanya dukungan dari PDIP mutlak diperlukan. Prabowo juga sepertinya enggak mungkin mau kalau bukan calon yang didukung PDIP. Tetapi itu baru berdasarkan bacaan politik saat ini. Bisa saja berubah, karena politik sangat dinamis," pungkasnya.(gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler