Tim Pemburu Dipersenjatai Lengkap

Jumat, 20 Agustus 2010 – 07:15 WIB

MEDAN -- Tim khusus yang dibentuk Polda Sumut untuk memburu komplotan perampok Bank CIMB Niaga Medan, dipersenjatai lengkapPasalnya, yang diburu berjumlah 16 orang yang memakai senjata mematikan jenis M-16 berpeluru ukuran 5,56 mm dan AK-47 dengan peluru, serta senjata laras pendek

BACA JUGA: Telusuri Kaitan Perampokan dengan Terorisme

Tim pemburu terdiri dari 35 personil
Tim khusus ini dibentuk dengan metode operasi Sambang Desa.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar, tim yang terdiri dari 35 personil itu dibagi lagi menjadi lima tim

BACA JUGA: Percuma Uber Perampok di Kampung-kampung

”Tim inilah yang saat ini sedang mengejar para pelaku," ujar Kombes Baharudin Djafar, kemarin


Sedang Kasubid Dokliput AKBP MP Nainggolan menambahkan, tim pemburu terus mengejar para perampok bank bersenjata api yang membunuh anggota Brigadir Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Poldasu), Briptu Immanuel Simanjuntak itu

BACA JUGA: Pelaku Perampokan di Medan Residivis

”Ini dilakukan oleh tim khusus yang bersenjata lengkap.”

Kombes Pol Baharudin Djafar menjelaskan, tim khusus ini terdiri dari personel dari Unit Jahtanras Satuan I/Tindak Pidana Umum (Tipidum) Direktorat Reskrim Polda Sumut, Reskrim Polresta Medan, Satuan BrimobdasuTim telah menyusur daerah yang diduga arah pelarian pelakuPenyisiran dilakukan di walayah yang berbatasan dengan Kota Medan seperti Desa Lau Dendang dan Bagan Percut Desa Sintis Kec Percut Sei Tuan, Kab Deli Serdang dan wilayah Kabupaten Langkat

Kapolda Sumut juga telah menginstruksikan peningkatan keamanan di wilayah hukum masing-masing Polres/PolrestaBegitu juga dengan wilayah perbatasan dan perairan wilayah hukum Polda Sumut”Begitu juga dengan peningkatan patroli diperairan oleh Ditpolair,” beber Baharudin.

Dia mengatakan, selain menggunakan masker dan helm, para pelaku menggunakan sarung tangan hingga tidak meninggalkan sidik jariHal itu memperkuat dugaan bahwa para pelaku sangat terlatih dalam menjalani aksinyaDisinggung kemungkinan mereka adalah para teroris, Baharuddin tak mau buru-buru menyimpulkannya”Kita belum dapat memastikan apakah pelaku ini terkait orgasnisasi tertentu atau tidakYang pasti pelaku ini terlatih,” sambung Baharudin.

Polisi juga melakukan penyidikan terhadap sejumlah barang bukti, berupa 2 proyektil yang biasa dipakai untuk senjata jenis M-16 dan hasil rekaman kamera pengintai (CCTV)”Penelusuran juga kita lakukan dari foto, saksi, dan barang bukti lain dan hasil olah TKP,” ucap Baharudin

Masih terkait kasus ini, agara kewaspadaan tetap terjaga, Polresta Medan membentuk posko yang standby 24 jam dan siap menerima segala laporan yang menonjol dari seluruh masyarakat yang apabila mengetahui adanya sebuah peristiwa, ”Polisi juga meminta peran masyarakat untuk juga aktif membantu,” beber Baharuddin DjafarPengaduan bias ditujukan langsung ke nomor ponsel 0819888987”Tim yang menerima laporan pasti mereka langsung bergerak,” ujar Baharuddin.

Selain instruksi dari Kapolda, petinggi Poldasu juga melakukan pengarahan langsung ke sejumlah petugasDi Mapolres Tebing Tinggi, Kepala Biro Bina Mitra Poldasu, Kombes Pol Drs H Suarno menegaskan, diperlukan kerjasama antara lintas sektoral di tingkat–tingkat Kapolres di Sumutera Utara.  Supervisi implementasi selintas Polmas ini dihadiri petinggi dari Polres Serdang Bedagai, Deliserdang serta Polresta Tebing Tinggi(mag-1/mag-3/mag-4/btr/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Brimob Tewas Ditembus 3 Peluru Rampok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler