Timnas AMIN Menghormati Kemandirian Muhammadiyah

Jumat, 22 Desember 2023 – 23:04 WIB
Co Captain 5 Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Azrul Tanjung menegaskan bahwa pihaknya menghormati semua organisasi yang memutuskan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon di Pilpres 2024, seperti Muhammadiyah. Foto: dok pribadi for jpnn.com.

jpnn.com, JAKARTA - Co Captain 5 Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Azrul Tanjung menegaskan bahwa pihaknya menghormati semua organisasi yang memutuskan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon di Pilpres 2024.

Hal itu disampaikannya setelah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyuarakan keberatan atas klaim bahwa 72 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) bakal bergerak menjadi saksi mengawal suara Anies-Muhaimin.

BACA JUGA: Dapat Dukungan dari Putri Maruf Amin, Ganjar: Kami Sangat Senang, Ini Bagian dari Energi

"Saya mewakili Komunitas Muhammadiyah, memberi kesaksian bahwa tidak ada maksud sama sekali dari Timnas AMIN untuk mengganggu independensi institusi seperti Muhammadiyah dalam Pemilu,” ujar ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah itu, Jumat (22/12).

Muhammadiyah berdiri pada 1912, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat ini Muhammadiyah memiliki anggota aktif hingga 50 juta kader dan mengelola unit unit organisasi yang sangat kredibel serta jaringan amal usaha yang sangat luas, termasuk ratusan perguruan tinggi.

BACA JUGA: 1 Ibu Selusin Suara, Timnas AMIN Yakin Dapat 50% Suara dari Perempuan

Institusi ini berkembang sejalan dengan sejarah bangsa merupakan pilar penyangga kehidupan bernegara haruslah tetap terjaga imparsialitasnya.

"Muhammadiyah adalah salah satu elemen civil society yang akan kami terus jaga kemandiriannya, dan selalu mendukung pemerintahan yang sah. Kami akan senantiasa menjaga dan menghormati individualitas dan menghindari politik praktis," jelas Azrul lebih lanjut.

BACA JUGA: 21 Serikat Pekerja di Jabar Bentuk Poros Buruh Siap Menangkan Pasangan AMIN

"Perkenankan kami mohon maaf bila ada kesan seolah-olah kalangan perguruan tinggi Muhammadiyah akan memihak salah satu Paslon dalam Pilpres ini," pungkas dia. (jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler