TNI AL Bantu Evakuasi KM Dampelan Indah yang Terbalik

Selasa, 28 September 2021 – 09:37 WIB
Prajurit TNI AL dari Lanal Melonguane menurunkan Tim SAR membantik evakuasi ABK KM Dampelan Indah yang terbalik pada Sabtu (25/9) di perairan Talaud, Sulawesi Utara. Foto: Dispenal

jpnn.com, MANADO - TNI AL dari kesatuan Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane menurunkan Tim Search and Rescue (SAR) evakuasi medis untuk membantu KM Dampelan Indah yang terbalik pada Sabtu (25/9) akibat dihantam ombak tinggi dan angin kencang.

KM Dampelan Indah yang diawaki 15 nelayan asal Desa Tule itu mengalami musibah pada posisi koordinat 4° 7'24.04" LU - 127° 8'25.50" BT yaitu sekitar 20 NM dari pantai perairan Talaud, Sulawesi Utara.

BACA JUGA: Inilah Kapal Tercanggih dan Terbaik di Asia Tenggara

Setelah terapung-apung di laut sekitar dua jam, seluruh ABK KM Dampelan Indah dapat diselamatkan oleh ABK Kapal Angel 02 yang sedang beraktivitas di sekitar perairan tersebut.

Dari hasil koordinasi dengan berbagai pihak serta mempertimbangkan jarak dan cuaca, kegiatan SAR dan evakuasi tidak dapat menggunakan kapal kecil.

BACA JUGA: Perkuat Alutsista, TNI AL Bangun Kapal Frigate

Oleh karena itu, Letkol Marinir Adi Sucipto selaku Komandan Lanal Melonguane memerintahkan perwira stafnya untuk melaksanakan analisa dan perencanaan cepat, menyiagakan dan menurunkan Tim SAR Evakuasi Medis ke lapangan.

Tim terdiri dari Tim Laut dengan dilengkapi perahu karet dan peralatan SAR serta Tim Darat yang dilengkapi dengan peralatan medis lapangan dan tenaga kesehatan termasuk dokter.

BACA JUGA: Waspada, TNI AL Temukan Ranjau Laut di Perairan Batuporon

Dengan kerja sama yang baik, akhirnya pukul 20.30 WITA sebanyak 15 ABK beserta kapal yang terbalik berhasil ditarik mendekat ke arah pantai oleh KM Angel 02 serta dapat ditindaklanjuti oleh Tim SAR dan Evakuasi Medis dari Lanal Melonguane.

Masih berada di atas kapal, seluruh ABK yang selamat mendapatkan pemeriksaan kesehatan di lokasi oleh Letda Laut (K) Fahmi Henggar P selaku Katim Medis.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan dan hasilnya tidak ditemukan luka-luka ataupun gangguan kesehatan yang serius dari ke 15 ABK KM Dampelan Indah, seluruh ABK kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet Lanal Melonguane ke pantai Desa Tule oleh prajurit Lanal Melonguane dibantu masyarakat setempat.

Komandan Lanal Melonguane menyampaikan terima kasih dan apresiasinya yang tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan tersebut.

Danlanal Melonguane pun kembali mengingatkan dan memberikan imbauan kepada seluruh pengguna laut di Kabupaten Kepulauan Talaud, baik itu nelayan, operator dan pengguna kapal angkut penumpang dan barang dan lain-lain agar selalu memperhatikan dan mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan saat hendak atau sedang berkativitas di laut.

Kelengkapan peralatan keamanan dan keselamatan, peralatan navigasi dan komunikasi serta selalu memperhatikan informasi/peringatan tentang cuaca maritim yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Khusus bagi para nelayan yang menggunakan kapal-kapal kecil atau pun kapal-kapal tradisional, dianjurkan untuk tidak melaut sendirian atau dengan hanya satu kapal, melainkan dengan beberapa kapal.

Perairan Talaud yang luas, sepi dan jarang dilalui kapal-kapal jika jika terjadi risiko kecelakaan di laut berpotensi tidak terpantau atau terlambat diketahui atau bahkan bisa mengakibatkan korban nyawa hilang di laut. Perairan Timur Talaud yang merupakan Samudera Pasifik yang luas, juga perlu diperhitungkan untuk keamanan dan keselamatan.

Bagi kapal ikan kecil yang menangkap ikan dengan jaring, Danlanal Melonguane juga mengimbau agar tidak memaksakan diri untuk mendapatkan tangkapan yang banyak. Namun mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan. Kondisi cuaca dan ombak di laut juga harus dipertimbangkan dengan muatan kapal.

Komandan Lanal Melonguane tak lupa memberikan semangat bagi seluruh prajuritnya yang berdinas di perbatasan untuk terus semangat dalam menjalankan tugas serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

“Jaga kepercayaan negara dan rakyat melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan Perintah Harian KSAL Laksamana TNI Yudo Margono,” tegas Danlanal. 

Menurut Danlanal, tugas-tugas kemanusiaan akan selalu menunggu untuk dilakukan selama kita berdinas di wilayah perbatasan ini.

“Untuk itu, dia mengingatkan prajuritnya untuk terus menguatkan tekad, meningkatkan semangat serta meniatkan dalam hati bahwa apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan di wilayah perbatasan ini tak hanya untuk menjalankan tugas kepada bangsa dan negara, namun juga sebagai ladang ibadah bagi kita selaku hamba Tuhan Yang Maha Esa. Tanda’su Laudu Sawanna, Benteng Kukuh di Perairan Nusa Utara,” pungkas Letkol Marinir Adi Sucipto.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler