Tol Air Membuat Permukiman Warga Kebanjiran

Senin, 04 November 2019 – 23:13 WIB
Seorang warga menunjukkan tanda bekas banjir di dinding rumah warga Gang Tresna Asih, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Senin (4/11). Foto: Bagus Ahmad Rizaldi/Antara

jpnn.com, BANDUNG - Warga Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, masih kebanjiran gara-gara tol air di Jalan Pagarsih.

Ketua RT 2 RW 11 Kelurahan Cibadak Atik Hidayah menyebut, tol air yang diresmikan Februari 2018 itu membuat permukiman warganya tergenang. Pada Jumat (1/11) kemarin, genangan air hampir setinggi 1,5 meter.

BACA JUGA: Hujan Turun, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

"Jadi masih sama seperti tahun lalu, airnya makin deras dan makin besar gara-gara tol air itu. Air di Sungai Citepus itu makin tinggi, jadinya meluapnya cepat masuk ke permukiman," kata Atik, Senin (4/11).

Ia mengakui daerahnya termasuk rawan banjir. Namun, menurutnya, banjir semakin parah semenjak ada tol air. "Jadi ini makin parah, menurut saya ini (tol air) solusi yang salah, karena sehari setelah diresmikan tahun 2018, sudah terasa imbasnya, jadi banjir lebih parah di sini," kata dia.

BACA JUGA: Hujan Turun, Kota Bogor Dikepung Banjir dan Longsor

Kondisi yang demikian, menurut dia, membuat warga selalu khawatir dan waspada kalau air menerjang secara tiba-tiba. Warga, ia melanjutkan, hanya bisa berupaya menutup pintu rumah menggunakan papan atau besi seadanya untuk mencegah air masuk.

"Ada yang mengungsi, banyaknya ibu-ibu dan anak-anak, kalau airnya sudah tinggi, ya saya kejebak, yang lainnya diungsikan, soalnya khawatir rumah roboh," kata Atik.

"Ya airnya kan jadi makin cepat masuk ke Sungai Citepus, kalau di Jalan Pagarsihnya kan ada dua jalur air, jalur sungai biasa sama jalur tol air itu, tapi kan ke arah sini salurannya makin sempit, jadi imbasnya membuat kami terendam," katanya.

Pemerintah Kota Bandung membangun tol air Pagarsih pada akhir 2017. Tol air tersebut dibangun persis di bawah Jalan Pagarsih, membuat aliran air Sungai Citepus terbagi menjadi dua.

Pemerintah kota berharap tol air yang selesai dibangun Februari 2018 itu bisa menjadi solusi banjir di kawasan Jalan Pagarsih, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar.

Sementara itu, menurut Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi, pembangunan tol air tersebut merupakan solusi yang bersifat sektoral. Ia mendorong pemerintah kota mengatasi masalah banjir secara menyeluruh, sistematis.

"DPRD berupaya mendorong pemkot untuk menyusun masterplan (rencana induk) sistem drainase perkotaan," kata Yudi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler