Toleransi Agama Masih Sebatas Wacana

Minggu, 12 Februari 2012 – 01:26 WIB

JAKARTA -- Tim Sosialisasi Empat Pilar MPR daru Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari, mengatakan dari penelitian UIN Syarif Hidayatullah berkaitan dengan Program Sosialisasi 4 Pilar MPR, disimpulkan bahwa umumnya masyarakat mempunyai persepsi positif terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Berkaitan dengan isu pluralisme kebebasan beragama misalnya, dari 2.500 responden di 33 provinsi 95,4 persennya setuju terhadap nilai bahwa, setiap warga harus menghormati apapun agama dan kepercayaan masing-masing orang," kata Eva, Sabtu (11/2), di Jakarta.

Tetapi, kata Eva, persepsi di atas ketika dianalisis faktor menunjukkan faktor normatif yang jauh lebih besar yakni, 0,78 persen dibanding faktor patriotis yang hanya 0,22 persen. "Artinya, toleransi masyarakat terhadap perbedaan agama masih sebatas wacana intelektual (komitmen moral) belum pada tingkat tindakan (komitmen politik)," katanya.

Menurutnya, hal ini konsisten dengan temuan riset yang sama atas aspek-aspek pengamalan masyarakat terhadap nilai-nilai  Pancasila. "Walau secara umum masyarakat telah mengamalkan berbagai aspek Pancasila, tetapi masih enggan menerima atau menjalankan perkawinan lintas agama terutama dalam keluarga sendiri 46 persen," katanya.

Ia menjelaskan, gap yang besar antara pernyataan dan pengamalan juga berlaku untuk isu kemiskinan dan ketidakadilan. Hanya sekitar 48,5 persen responden menyatakan pernah terlibat aksi protes atas ketidakadilan yang terjadi di lingkungannya.

"Pendalaman tentang kualitas pengalaman Pancasila menguatkan hal tersebut. Hanya ada 3 persen yang mengamalkan Pancasila dengan penuh kesdaran, sedangkan 97 persen lainnya mengamalkan secara biasa saja," katanya.

Ini kontradiktif dengan fakta bahwa mayoritas atau 90 persen masyarakat  Indonesia setuju bahwa Pancasila harus dipakai dasar bertindak dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Temuan-temuan di atas merupakan peringatan serius bagi MPR dan para penyelenggara negara, bahwa  Pancasila sebagai ideologi bangsa semakin kehilangan makna. "Atau, kekhawatiran 77 persen masyarakat bahwa globalisasi beserta nilai-nilai dari  ideologi-ideologi luar yang akan menggeser nilai-nilai Pancasila akibat kesadaran untuk mengamalkan Pancasila yang masih lemah," pungkas Anggota Komisi III DPR itu. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahas Pemekaran, Komisi II Abaikan Ampres


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler