Tolong Dong Filipina Serius Tangani Penculikan WNI

Senin, 11 Juli 2016 – 13:54 WIB
Ilustrasi. Foto: AFP

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra meminta pemerintah Filipina serius menangani kasus penculikan terhadap WNI. Terbaru tiga orang pencari ikan berpaspor Indonesia yang diculik di perairan pantai timur Sabah, Malaysia.

Menurut otoritas Malaysia, tiga WNI yang diculik pada Sabtu (9/7) dibawa ke arah perairan Filipina Selatan oleh kelompok bersenjata. Namun belum dipastikan apakah mereka bagian dari ABu Sayyaf atau bukan.

BACA JUGA: Macet Horor di Brexit, Politikus Gerindra Salahkan Tiga Instansi Ini

"Saya mendorong pemerintah Filipina, karena ini pemberontakan bersenjata. Artinya kewenangan ada di pemerintah Filipina. Kita minta keseriusannya," kata Supiadin di gedung DPR Jakarta, Senin (11/7).

Politikus Nasdem itu menyebutkan, KeMenterian Pertahanan RI telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan otoritas Filipina terkait kerjasama pengamanan di kedua negara. Hal itu harus dijabarkan di lapangan.

BACA JUGA: Yasonna Berharap Ada yang Baru di Kemenkum HAM

"Mou harus dijabarkan pada tataran profesional. Jadi, siapa saja yang bakal turun itu? Apa cost guardnya, barulah ditentukan prosedur. Bagaimana langkahnya? Misalnya, kalau kapal Indonesia sudah masuk Filipina, ya dikawal kapal Filipina," jelasnya.

Yang juga dipertanyakan Supiadin, lokasi penculikan terbaru di perairan Lahat Datu, Sabah, merupakan kawasan pencarian ikan nelayan dengan tingkat pengamanan tinggi.

BACA JUGA: Keren! Pemerintah Singapura Beri Penghargaan untuk Kapolri

Namun, ternyata masih bisa disusupi kelompok bersenjata. Kemudian, yang dijadikan sasaran kelompok tersebut adalah yang memiliki paspor. "Kenapa yang punya passport yang diculik? Dan mereka bawa paspor. Kita menuntut keseriusan. Tolong dong," tegasnya.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yasonna Bantah Larang Napi Terorisme Dikunjungi, Tapi...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler