Top, Tour de Bintan Masuk Agenda Grand Fondo World Series 2017

Senin, 24 Oktober 2016 – 09:39 WIB
Tour de Bintan. Foto: Fatih Muftih/ Batam Pos/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Ada kabar gembira dari Asosiasi Sepeda Internasional  atau Union Cycliste Internationale (UCI).  Induk organisasi olahraga bersepeda yang berbasis di Swis itu telah memasukkan Tour de Bintan ke dalam kalender penting pertandingan untuk kategori Grand Fondo World Series 2017 tahun depan.

Sejauh ini, Tour de Bintan sudah delapan secara konsisten kali digelar di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun mengucapkan selamat kepada pemilik sport event Tour de Bintan.

BACA JUGA: Tiga Klub Ini Akan Hadapi Persebaya Surabaya

Arief mengatakan, sport event di Batam, Bintan, Anambas dan seputar Provinsi Kepri  sangat penting untuk pasar wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura ataupun ekspatriat yang bekerja di sana. “Juga buat wisatawan yang sedang ke Singapore, dan punya waktu untuk menyeberang 45 menit ke Kepri. Survei membuktikan, 60 persen  dari sportourism itu akan datang lagi, destinasi tersebut,” ujar Arief.

Kepastian bahwa Tour de Bintan masuk agenda UCI itu datang setelah federasi sepeda dunia itu mengumumkan even itu di situs resminya www.ucigranfondoworldseries.com. UCI juga menetapkan Tour de Bintan akan digelar 3-5 Maret 2017 di Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia.

BACA JUGA: Mulus Sejak Start, Hamilton Jawara GP AS

Jadwalnya semakin pasti, dan tidak akan molor-molor lagi. Sehingga, para calon peserta sudah bisa mempersiapkan diri dengan baik.

”Akhirnya usaha dan perjuangan kami yang cukup lama itu membuahkan hasil. Semoga event ini akan semakin banyak diminati dan diikuti oleh pesepeda di dunia dan juga terus membesarkan nama Indonesia,” ujar Panitia Pelaksana Tour de Bintan, Luki Prawira, Minggu (23/10).

BACA JUGA: Bonek Siap Ramaikan Kongres PSSI Oi!!

Luki yang juga kepala Dinas Pariwisata Bintan itu menambahkan, raihan itu berkat dukungan semua stakeholder pariwisata dan olahraga di Bintan maupun di pusat. ”Mekanismenya kami jalankan dengan maksimal, berkoordinasi melengkapi semua persyaratan dengan pengurus sepeda daerah, bupati, gubernur, Kementerian Pariwisata dan asosiasi sepeda Indonesia. Dan Alhamdulillah, hasilnya dunia mengakui Tour de Bintan,” ujar Luki.

Selain masuk kalender UCI, imbuh Luki, Tour de Bintan juga dipastikan akan masuk dalam kalender balap sepeda Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI). ”Hal ini juga tidak lepas dari perjuangan Event Organizer Meta Sport, tempat pelaksanaan Lagooi Bintan dan tentunya ISSI dan Kementerian Pariwisata atas nama pemerintah yang memberikan rekomendasi ke jajaran dunia,” ujar Luki.

Tour de Bintan sebelum masuk kalender dunia sudah menjadi ajang bergengsi. Tahun lalu saja, Tour de Bintan menghadirkan para pembalap sepeda dari 40 negara dan lebih dari 70 tim balap dan komunitas. Mereka berasal dari Singapura, Hong Kong, Australia, Malaysia, Indonesia dan negara-negara lain.

Sebanyak 800 orang mendaftar dalam ajang bergengsi itu. Singapura mendominasi 30 persen dari total jumlah peserta, Inggris 19 persen, dan Australia 12 persen. Indonesia menyumbang sekitar 6 persen dari jumlah peserta.

Sisanya berasal dari berbagai negara di belahan dunia, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Jepang, Prancis, dan Selandia Baru. "Kami tentunya berharap agar ajang ini dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai negara terutama peserta lomba. Melihat pesertanya dan kesuksesan acara sebelumnya, kami optimis bahwa acara ini akan mencapai target terutama dalam hal jumlah kunjungan di tahun 2017 mendatang," kata Luki.

Luki menambahkan, penyelenggaraan sport tourism bertaraf internasional ini juga akan memberikan direct impact dan media value yang tinggi. Tour ini tahun lalu mendatangkan sekitar 2.500 peserta dan devisa yang kita peroleh sekitar USD 2,75 juta.

Luki menjelaskan bahwa penyelenggaraan Tour de Bintan sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai wilayah yang menjadi prioritas dalam pengembangan kawasan wisata dengan sebutan "Great Batam", untuk memacu kunjungan wisman.

Sedangkan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani mengatakan, Tour de Bintan diharapkan menjadi event yang menarik untuk mempromosikan minat khusus seperti wisata olahraga rekreasi di tempat yang juga menarik sebagai destinasi wisata.

“Sembari olahraga bersepeda selama dua hari pembalap akan melintasi bukit, hutan, dan pantai yang indah. Destinasi dengan fasilitas yang memadai dan event bertaraf internasional diharapkan akan meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bintan," katanya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tekuk Bilbao, Madrid Geser Sevilla dari Puncak Klasemen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler