Liga Champions

Tottenham Hotspur Kandas, Mourinho Kehabisan Kambing Hitam

Rabu, 11 Maret 2020 – 07:40 WIB
Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho (kanan) merangkul penyerang Lucas Moura yang tampak kecewa saat meninggalkan lapangan setelah tersingkir dari Liga Champions. Foto: ANTARA/REUTERS/Annegret Hilse

jpnn.com, LEIPZIG - Juru taktik Tottenham Hotspur Jose Mourinho kehabisan kambing hitam setelah timnya kandas di 16 Besar Liga Champions.

Tottenham tampil di bawah standar dan kalah 0-3 melawan RB Leipzig dalam leg kedua 16 Besar Liga Champions Red Bull Arena Leipzig, Rabu (11/3) dini hari WIB.

BACA JUGA: Tottenham 0-1 Leipzig: Rekor Buruk Jose Mourinho pun Membayangi

Hasil itu membuat Leipzig membukukan kemenangan agregat 4-0 atas Tottenham, setelah tiga pekan lalu mereka mempecundangi lawannya tersebut 1-0 di London.

Lini pertahanan Tottenham tampil mengecewakan hampir sepanjang laga dan dua antisipasi tak optimal kiper sekaligus kapten Hugo Lloris harus dibayar mahal.

BACA JUGA: Tottenham Tertinggal, Dele Alli Mengamuk Sampai Banting Botol

Pada menit ke-10, Marcel Sabitzer melepaskan tembakan mendatar dan cukup keras tetapi Lloris memutuskan untuk melakukan tepisan ketimbang menangkan bola sepenuhnya. Tepisan Lloris tak cukup kuat dan bola masih bergulir ke pojok kiri bawah gawang, membuat Leipzig unggul.

Pada menit ke-19, gawang Lloris kebobolan lagi oleh sontekan jarak dekat Timo Werner, tetapi penyerang yang tengah santer digosipkan bakal bergabung dengan Liverpool itu terlanjur terjebak offside saat Angelino melepaskan umpan silang.

BACA JUGA: Josip Ilicic Cetak 4 Gol, Atalanta Tembus Perempat Final Liga Champions

Namun, Lloris kembali melakukan antisipasi buruk saat Sabitzer menyambut umpan silang Angelino dengan tandukan pada menit ke-21. Bola ditepis Lloris, tetapi kemudian membentur tiang dan memantul ke dalam gawang Tottenham.

Lloris tampil sedikit membaik dan beberapa kali menebus keburukan koordinasi pertahanan Tottenham, tetapi rekan-rekannya di lini depan juga tak bekerja lebih baik kecuali Giovani Lo Celso yang hampir mencetak gol balasan pada menit ke-42 jika tidak karena penyelamatan gemilang kiper Peter Gulacsi.

Keunggulan dua gol Leipzig bertahan cukup lama di tengah minimnya ancaman yang datang dari Tottenham pada babak kedua sebelum kemudian Emil Forsberg melengkapi kemenangan tuan rumah menjadi 3-0 lewat golnya pada menit ke-87.

Forsberg yang baru masuk ke dalam lapangan menggantikan Sabitzer mencetak gol dengan sentuhan pertamanya, melepaskan tembakan yang mampu melewati hadangan Harry Winks, Ryan Sessegnon dan tentunya Lloris.

Satu-satunya keberhasilan Lloris adalah mencegah Werner mengemas gol kandang Liga Champions perdananya dengan menghalau peluang pada menit keenam injury time, tetapi Tottenham yang merupakan finalis musim lalu, tetap tersingkir sedangkan Leipzig melangkah ke perempat final.

Dalam beberapa kesempatan, Mourinho kerap menjadikan gelandang rekrutan termahal Tottenham musim ini Tanguy Ndombele sebagai sasaran kritik tiap kali timnya kalah.

Kini, Mourinho memilih reaksi realistis dengan menjadikan cedera yang bertubi-tubi mendera para pemainnya sebagai alasan kekalahan di Leipzig.

"Tak ada yang bisa disalahkan ketika hampir di setiap pertandingan kami mendapat cedera traumatis yang sepertinya selalu membuat pemain absen berbulan-bulan," kata Mourinho selepas pertandingan dilansir laman resmi UEFA.

"Itulah catatan kami musim ini. Memang ada masalah lain, tetapi catatan buruk dimulai ketika Hugo (Lloris) mengalami cedera pertamanya," ujarnya menambahkan.

"Sejak itu cedera datang bertubi-tubi. Saya tidak bisa menyalahkan pemain, mereka sudah memberikan segalanya," katanya lagi.

Tottenham memang cukup sering diterpa badai cedera musim ini, bahkan Mourinho kehilangan tak kurang dari empat pilar penting hingga akhir musim yakni Harry Kane, Moussa Sissoko, Son Heung-min dan rekrutan baru Steven Bergwijn.

Bahkan, Mourinho mengaku ia baru tahu bek tengah Davinson Sanchez tidak bisa tampil melawan Leipzig hanya beberapa jam sebelum sepak mula leg kedua.

Juru taktik asal Portugal itu bahkan mengklaim tidak ada seorang pelatih pun di dunia bisa mengatasi situasi yang tengah dialaminya di Tottenham.

"Kami mempersiapkan pertandingan ini dengan baik, tiba-tiba beberapa jam sebelum dimulai saya baru mengetahui Sanchez tidak bisa main," ujar Mourinho.

"Itu sungguh buruk bagi semua orang dan saya pikir tidak seorang pun bisa mengatasi keadaan ini," pungkasnya.

Selain tersingkir dari Liga Champions, Tottenham terancam musim depan tidak bisa tampil di kompetisi antar klub Eropa paling bergengsi tersebut.

Pasalnya, saat ini Tottenham tertahan di urutan kedelapan klasemen dengan koleksi 41 poin dan masih harus mengejar jarak tujuh poin di sisa musim yang ada. (antara/jpnn)
HEBOH! Duet Tiara & Raisa


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler