Tradisi Yaqowiyu Dapat Membantu Memulihkan Ekonomi Klaten

Minggu, 26 September 2021 – 15:09 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten, Kamis (23/9). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, KLATEN - Perayaan tradisi Yaqowiyu 2021 yang biasa ditandai dengan sebaran berton-ton kue apem di Jatinom, Klaten ditiadakan. Pandemi Covid-19 menjadi alasan peniadaan tradisi Yaqowiyu dan diisi dengan dzikir dan tahlil bersama secara daring.

Kondisi ini dirasakan mendalam oleh para pedagang di sekitar Pemakaman Makam Ki Ageng Gribig. Salah satunya Ibu Iin yang sudah 8 tahun berjualan angkringan dan kue Apem.

BACA JUGA: Airlangga Apresiasi Peran Wanita Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

“Sudah 2 tahun ini tidak ada perayaan Yaqowiyu, perbandingan haul Ki Ageng Gribig sebelum pandemi dan saat pandemi ini berbeda jauh sekali. Sekarang sepi,” ujar Iin.

Menurut Iin, setiap akhir pekan banyak peziarah datang dari luar kota. Mulai dari Magelang, Demak, sampai Tuban. Selama pandemi, penjualannya menurun drastis, bahkan penghasilannya pernah minus. Terlebih, pemberlakuan PPKM melarang adanya pariwisata, termasuk wisata religi.

BACA JUGA: Menko Airlangga Sebut Kolaborasi Kunci Pemulihan Ekonomi

“Kalau dulu setiap hari Sabtu atau Minggu, 5-10 kg apem habis. Kalau sekarang saya jadi jarang buat kue apem, hanya kalau ada pesanan saja baru dibuat,” ungkapnya.

Namun demikian, Iin tetap bersemangat dan berikhtiar untuk terus membuka usahanya di tengah pandemi.

BACA JUGA: Menko Airlangga Beberkan Upaya Pemerintah Genjot UMKM demi Pemulihan Ekonomi Nasional

“Saya cuma bisa terus semangat untuk berjuang agar pandemi ini cepat selesai. Pokoknya terus berusaha jangan menyerah, jangan patah semangat. Dikit pun penghasilan disyukurin insyaallah berkah. Pemerintah juga buat aturan PPKM supaya kondisi ini cepat berlalu,” kata Iin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi tradisi Yaqowiyu yang merupakan budaya sekaligus religi sebagai tanda penyebaran agama Islam yang kuat di Provinsi Jawa Tengah oleh Ki Ageng Gribig yang tidak lain adalah leluhur dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Tradisi ini terus berjalan, ini sangat bagus perlu dijaga. Karena ada nilai ekonomi yang sangat luar biasa. Setiap ada acara Yaqowiyu ini ekonomi tumbuh. Warga sekitar membuat Apem sebanyak 6 ton, dan banyak orang yang datang dari berbagai daerah. Tentu ini bisa membangkitkan ekonomi. Mudah-mudahan kita bangkit,” ujar Ganjar.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perayaan Yaqowiyu merupakan metode dakwah yang diwariskan Ki Ageng Gribig dan dijadikan pedoman hidupnya.

“Metode dakwah apem Yaqowiyu senantiasa kami lestarikan dan tentu diceritakan dalam keluarga kami, sampai anak dan cucu, ini sebagai pedoman hidup bahwa dalam mendampingi masyarakat, terutama untuk mengajak kepada kebaikan beragama kita harus menggabungkan hal yang illahiyah, hubungan kepada Allah, budaya masyarakat sekitar, dan membantu kebutuhan ekonomi masyarakat," kata Menko Airlangga pada acara Haul Ki Ageng Gribig di Klaten, Jateng, Kamis (23/9). (dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler