Transaksi Aset Kripto Melonjak Hingga Rp 10,64 Triliun, CEO INDODAX Makin Optimistis

Jumat, 22 September 2023 – 14:09 WIB
CEO INDODAX Oscar Darmawan. Foto dok INDODAX

jpnn.com, JAKARTA - Lonjakan transaksi aset kripto pada Agustus 2023 di Indonesia tercatat mencapai Rp 10,64 triliun, meningkat 13,5% dibandingkan Juli 2023.

Total nilai transaksi aset kripto pada periode Januari-Agustus 2023 sebesar Rp 86,45 triliun.

BACA JUGA: CEO INDODAX Dapat Penghargaan dari MURI

CEO INDODAX, Oscar Darmawan menuturkan peningkatan signifikan dalam transaksi perdagangan aset kripto karena pertumbuhan jumlah investor aset kripto di Indonesia.

“Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, hingga Agustus 2023 tercatat sebanyak 17,7 juta pelanggan yang terdaftar dalam pasar aset kripto. Agustus 2023 juga tercatat penambahan sebanyak 119 ribu pelanggan. Rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar mencapai 466 ribu pelanggan setiap bulan,” ujar Oscar.

BACA JUGA: Rilis Super Cluster Great Britania, Modernland Cilejit Gandeng Winfield & Exceed Realty

Pertumbuhan yang mencengangkan ini, menurut Oscar membuktikan masyarakat Indonesia semakin terpesona dengan investasi aset kripto.

Menurutnya, saat ini masyarakat memiliki pemahaman yang semakin matang terhadap potensi dan manfaat aset kripto sebagai salah satu instrumen investasi modern yang menarik.

BACA JUGA: Traveloka Jadi Platform Travel Terdepan se-Asia Tenggara

Tingkat pemahaman yang tinggi ini, menurut Oscar akan membantu masyarakat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dan terinformasi.

“Terlebih, 2024 sudah di depan mata, di mana Bitcoin diprediksi akan mengalami halving day. Maka dari itu, investor sudah mulai berlomba-lomba untuk mengumpulkan Bitcoin sehingga investasinya menguntungkan. INDODAX juga sudah menyiapkan fitur untuk berinvestasi kripto secara rutin, yang dapat diakses di aplikasi dan website INDODAX,” ucap Oscar.

Selain itu, adanya bursa kripto di Indonesia juga membantu memperkuat kepercayaan masyarakat akan aset kripto di Indonesia. Karena bursa kripto membuat ketidakpastian menjadi berkurang.

Hadirnya bursa kripto ini membuat Indonesia dicatat sebagai negara pertama yang memiliki ekosistem perdagangan kripto yang lengkap, mencakup investor, pedagang fisik aset kripto, bursa, depository, dan kliring.

“Keberadaan bursa kripto ini akan menjadi kunci utama dalam membentuk iklim investasi kripto Indonesia yang sehat dan aman,” ucap Oscar.

Saat ini pelaku industri masih belum mengikuti dan menjalankan peraturan yang diamanatkan dalam perba Bappebti dan lembaga-lembaga SRO seperti bursa, kliring, dan depository.

“Bagi INDODAX, peraturan-peraturan yang ada saat ini di Indonesia sudah sangat baik. INDODAX juga sudah menjalankan dan membuktikan mampu mengikuti peraturan yang ada dengan melakukan proof of reserve, sebagaimana hal ini sejalan dengan spirit pengaturan dari BAPPEPTI untuk melindungi masyarakat. Kami ingin mengajak teman-teman industri untuk segera menjalankan pengaturan dari regulator ini,” ucap Oscar.

Oscar meyakini berdirinya bursa kripto ini juga akan meramaikan market crypto Indonesia dan menciptakan lebih banyak peluang kerja dan inovasi di sektor ekonomi digital Indonesia.

Di samping itu, Oscar juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem aset kripto yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler