Transaksi Digital BRI Kurang Memuaskan

Selasa, 05 Desember 2017 – 02:31 WIB
Ilustrasi Bank Rakyat Indonesia. Foto: Beky Subechi/JAWA POS/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk serius mengembangkan layanan digital. Bank pelat merah dengan jaringan terbesar tersebut terus berusaha mengikuti tren kaum milenial.

Vice President BRI Surabaya Ebenezer Girsang menuturkan, selama ini transaksi digital di BRI masih kurang memuaskan.

BACA JUGA: Pondok Indah International Junior Golf Dijamin Istimewa

Dengan pertimbangan itu, pihaknya meluncurkan BRI Poin dengan tujuan mendongkrak transaksi digital.

Sebab, dengan program tersebut, nasabah bakal mendapatkan poin paling besar dari transaksi digital.

BACA JUGA: BRI Kampanye Less Cash Society di Asian Games

BRI Poin memungkinkan nasabah mendapatkan poin melalui dua cara.

Yakni, mengisi saldo dan melakukan transaksi digital. Jika ingin mendapatkan poin dengan pengisian saldo, nasabah harus mengisi tabungan setidaknya Rp 5 juta.

BACA JUGA: Curhat Rory Hie, Pegolf Terbaik Tanah Air di Indonesia Open

Sementara itu, untuk metode transaksi digital, nasabah bakal langsung mendapatkan satu poin untuk transaksi minimal Rp 100 ribu.

”Kami sengaja membuat sistem seperti ini agar transaksi online lebih digencarkan,” kata Ebenezer saat peluncuran BRI Poin di Surabaya, Sabtu (2/12).

Poin yang diperoleh nasabah dapat digunakan untuk berbelanja di sejumlah merchant dan tempat perbelanjaan seperti Tokopedia, blibli.com, tiket.com, dan lain-lain.

Penggunaan poin di e-commerce juga tidak dibatasi sehingga nasabah bisa memanfaatkannya dengan lebih maksimal.

Misalnya, penggunaan di mesin electronic data capture (EDC).

Executive Vice President Deposit and Services BRI Anik Hidayati menambahkan, program tersebut ditujukan kaum milenial yang saat ini jarang pergi ke bank.

Mereka lebih suka menggunakan gadget dalam bertransaksi.

”Selama satu bulan ke depan, program BRI Poin bakal menjadi fokus kami,” ujarnya.

Anik mengungkapkan, saat ini pihaknya memang gencar meningkatkan fee based income (FBI) perseroan.

Hingga akhir September 2017, nilai FBI BRI tercatat mencapai Rp 7,4 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 12,7 persen secara year-on-year. Salah satu kontributor terbesar FBI BRI adalah fee transaksi e-banking yang mencapai 28 persen. (pus/c25/fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pegolf Thailand Sabet Juara Indonesia Open 2017


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler