Transaksi E-Money Melesat Lipat Dua

Sabtu, 06 Juli 2013 – 07:07 WIB
JAKARTA - Kemajuan teknologi informasi (TI) membuat pola transaksi masyarakat mulai berubah. Kini transaksi menggunakan e-money makin diminati. Senior Vice President Bank Mandiri Riza Zulkifli mengatakan, nilai transaksi e-money di Mandiri sepanjang Januari-Mei 2013 mencapai Rp 558 miliar.

Angka itu melonjak lipat dua jika dibandingkan dengan periode sama 2012 yang tercatat Rp 274 miliar. ""Pertumbuhannya sangat cepat,"" ujarnya, Jumat (5/7).

Hingga Mei 2013, kata Riza, kartu Mandiri e-money yang merupakan layanan pembayaran elektronik prabayar kini telah beredar lebih dari 3 juta kartu dengan frekuensi transaksi 45,3 juta atau tumbuh 76 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Untuk mendorong penggunaan pembayaran elektronik tersebut, Bank Mandiri memperluas jaringan outlet penerima e-money.

Salah satu yang kini serius dibidik ialah transaksi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina. ""Saat ini e-money bisa digunakan di 500 SPBU Pertamina. Nanti kami ingin bisa digunakan di seluruh SPBU Pasti Pas,"" jelasnya.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, sepanjang 2012 rata-rata transaksi harian e-money Rp 5,3 miliar. Angka itu jauh di bawah transaksi harian kartu kredit yang mencapai Rp 551 miliar dan transaksi kartu debit yang sudah menembus Rp 8,3 triliun per hari.

Di tempat terpisah, Deputy Regional Manager Bank Mandiri Kanwil VIII Purnomo Condro Akoso mengatakan, saat ini transaksi elektronik di Bank Mandiri mencapai 93 persen. ""Sisanya konvensional dengan langsung datang ke bank. Kami mencoba mengurangi yang tujuh persen itu,"" tuturnya di sela pengundian program belanja di ITC Surabaya kemarin (5/7).

Kanwil VIII Jatim pun terus memacu transaksi elektronik. Misalnya, menambah mesin EDC (electronic data capture). Tahun ini proyeksinya tersebar di 30 ribu merchant. ""Total saat ini ada 24.425 unit,"" kata Purnomo.

EDC pun tidak lagi dengan menggunakan teknologi fixed cable, tapi nirkabel. Mesin baru tersebut memanfaatkan jaringan GPRS sehingga dapat mobile. ""Misalnya, pembayaran fast food dengan delivery bisa memanfaatkan EDC. Jadi pengirim tidak perlu bingung mencari uang kembalian,"" paparnya.

Secara nasional, hingga Maret 2013, frekuensi transaksi nasabah menggunakan kartu Mandiri Debit mencapai 11 juta transaksi. Angka itu tumbuh 38 persen secara year-on-year (YoY). Sedangkan volume transaksi nasabah pada periode yang sama tercatat naik 54 persen dari Rp 5 triliun menjadi Rp 7,6 triliun. (owi/dio/c4/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akhir Pekan Transaksi Lesu

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler