Trend Peningkatan Elektabilitas Agus-Sylvi Terendah

Kamis, 19 Januari 2017 – 16:20 WIB
Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait (kiri), Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo (tengah) dan Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria (?kiri), fokus mendengar pemaparan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, terkait hasil survei tentang Pilkada DKI Jakarta di salah satu hotel, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (19/1). Foto: Ken Girsang/jpnn.com

jpnn.com - jpnn.com - Elektabilitas pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno menunjukkan trend kenaikan paling signifikan dalam dua bulan terakhir, dibanding dua pasangan calon lain. Angka kenaikan bahkan mencapai 8,21 persen.

"Survei kami pada November lalu, elektabilitas Anies-Sandi hanya 20,42 persen. Nah di Januari ini meningkat menjadi 28,63 persen," ujar ‎Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR saat merilis hasil survei di Bilangan Wahid Hasyim, Jakarta, Kamis (19/1).

BACA JUGA: Ahok Semprot Relawan Pendukung Penggelar Bedah Buku

Selain itu, elektabilitas pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menurut Hanta, juga menunjukkan perubahan luar biasa. Jika sebelum November 2016 terlihat menurun, maka dari ovember hingga Januari terlihat meningkat.

"‎Hasil survei November lalu, elektabilitas Ahok-Djarot hanyya 22 persen. Namun pada Januari ini meningkat menjadi 28,88 persen. Kenaikannya sangat signifikan hingga 6,88 persen," ucap Hanta.

BACA JUGA: Lola Amaria Cuma Minta Satu Hal Jika Ahok Terpilih Lagi

Demikian juga dengan ‎pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, elektabilitasnya menurut Hanta, juga menunjukkan trend peningkatan. Namun tak lagi signifikan dibanding sebelum-sebelumnya. Hanya naik 2,33 persen.

Pada November lalu elektabilitas Agus-Sylvi ‎mencapai 27,92 persen. Sementara dari hasil survei yang dilakukan 9-13 Januari lalu, menjadi 30,25 persen.

BACA JUGA: Sukmawati Soekarnoputri Beri Masukan ke Ahok-Djarot

"Kenaikan tak lagi signifikan, disebabkan efek kejutan Agus-Sylvi semakin melemah. Karena efek kejutan sudah berkurang, maka pemilih mulai fokus pada kualitas performa kandidat dan program," ucap Hanta.

Poltracking diketahui menggelar survei pada
9-13 ‎Januari lalu, dengan mengunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden 800 orang dengan margin of error lebih kurang 3,46 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Tujuan survei untuk melihat persepsi dan prilaku masyarakat dalam Pilkada DKI 2017.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingin Pilkada DKI Satu Putaran? Sepertinya Tak Mungkin


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler