Tumbuhkan Iklim Dunia Usaha, Kadin Jatim Gandeng Jerman

Senin, 28 Agustus 2017 – 02:17 WIB
PELATIHAN: Koordinator Program IHK Trier Andreas Gosche (berdiri) memberikan pelatihan di Gedung Kadin Institut, Sabtu (26/8). FOTO: RADAR SURABAYA/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Kerja sama Kadin Jatim dengan Jerman melalui program pelatihan Ausbildung der Ausbilder (ADA) untuk pengembangan pendidikan vokasi atau pemagangan sistem ganda diharapkan bisa sukses seperti yang diterapkan di Jerman.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti saat meninjau pelatihan selama 48 jam, atau enam hari nonstop yang diadakan di gedung Kadin Institut, Sabtu (26/8).

BACA JUGA: ISDA 2017 Jadi Ajang Promosi Dunia Usaha

Menurut La Nyalla, training of trainer yang dimulai sejak Kamis, 24 Agustus itu telah menjadi salah satu program prioritas Kadin Jatim untuk mengurangi pengangguran di Jatim dan juga untuk membantu industri mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten.

“Ini selaras dengan program Indonesia Kompeten yang akan dicanangkan Presiden Jokowi di Surabaya November mendatang,” ungkap La Nyalla.

BACA JUGA: Investor Jerman Tertarik Kembangkan Pembangkit Tenaga Listrik di Batam

Dia mencontohkan jumlah penduduk Jerman yang mencapai 85 juta jiwa.

Sebanyak 65 persennya berpendidikan diploma kejuruan sehingga memiliki kompetensi untuk diserap dunia industri.

BACA JUGA: Imbang Lawan Jerman, Chile Puncaki Klasemen Grup B Piala Konfederasi

Pelatihan hasil kerja sama dengan Kadin Jerman kali ini memang diikuti oleh dua unsur, dari para pengajar SMK dan pelaku dunia industri.

“Namun, Kadin Institut tetap siap memfasilitasi seandainya mereka membutuhkan support kami lagi untuk tahap lanjutan. Karena bagi saya ini penting untuk mempercepat pertumbuhan dan penguatan iklim dunia usaha, yang salah satunya melalui tenaga kerja yang berkompeten,” papar La Nyalla.

Koordinator Program IHK Trier Andreas Gosche mengatakan, pendidikan vokasi sistem ganda telah diterapkan sejak lama di Jerman.

Program itu berhasil membawa Jerman menjadi negara pengekspor terbesar di dunia.

“Tidak ada faktor lain yang menjadi penyebab keberhasilan Jerman kecuali hanya mendidik orang sesuai dengan industri di sekitar daerah itu,” kata Gosche. (sb/gus/jek)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tim Panser Petik Kemenangan di Laga Perdana Piala Konfederasi


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler