Tunjangan Sertifikasi Disunat, Ngadu ke Dewan

Senin, 16 Januari 2012 – 09:11 WIB

BOGOR - Puluhan guru berencana menemui Komisi D DPRD Kota Bogor untuk menyampaikan keluhan terkait pemotongan tunjangan sertifikasi sebesar 5 hingga 15 persen.  Awalnya, pukul 10:00 kemarin mereka berniat mendatangi gedung dewan yang berada di Jalan Kapten Muslihat itu. Namun, mengalami penundaan karena sejumlah guru sedang menggalang dukungan dengan rekan lainnya. Tapi, hingga pukul 14:00, belum ada seorang pun guru terlihat memasuki gedung dewan.

Ketika dikonfirmasi, salah satu guru yang enggan namanya ditulis mengaku, sedang mempersiapkan dukungan dari guru lainnya untuk mengadukan masalah mereka ke wakil rakyat. “Kita memang berniat menemui anggota DPRD, namun kurangnya dukungan membuat hal itu ditunda untuk sementara,” ujarnya kepada Radar Bogor (grup JPNN), kemarin.

Menurut dia, dengan mengadukan masalah yang dialami para guru, diharapkan ada solusi dan masukan dari dewan bagaimana sikap dari penerima tunjangan sertifikasi yang menjadi korban. “Tentu kita akan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor agar memperbaiki kesalahannya di masa mendatang agar hal ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Ketua Komisi D Ferro Sopacua mengaku, belum menerima informasi mengenai kedatangan guru. Namun, pihaknya siap mendengar keluhan pahlawan tanpa tanda jasa itu. “Pastinya kita menyesalkan adanya pemotongan tunjangan sertifikasi, dan akan mengkaji kembali peraturan yang berkaitan dengan hal itu,” katanya.

Politisi Partai Demokrat itu menilai, sudah sepatutnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru. Bukan sebaliknya, menyengsarakan mereka dengan adanya potongan pajak yang dikenakan terhadap tunjangan sertifikasi. “Kita harapkan agar para guru bersabar sehingga bisa dicarikan jalan keluar yang terbaik,” tukasnya.(rur/sam/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Denda bagi Pesawat Delay, MASWings Siap Mengkaji


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler