Turunkan Stunting, BKKBN dan Dexa Medica Gencarkan Edukasi Bidan se-Indonesia

Rabu, 28 Juni 2023 – 08:05 WIB
Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri acara Edukasi Bidan dan Intervensi Stunting besutan BKKBN dan Dexa Medica. Foto: dok. Dexa

jpnn.com - JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Dexa Medica dan Pemprov Sumatera Selatan menggelar Edukasi Bidan dan Intervensi Stunting di Kota Palembang pada Selasa, 27 Juni 2023.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan Sumsel  merupakan provinsi terbaik secara nasional dalam menurunkan stunting.

BACA JUGA: Menko PMK Optimistis Angka Stunting Lumajang Bisa di Bawah 10 Persen

Pencapaian ini merupakan kerja keras para bidan, pemerintah daerah, dukungan dari Dexa Group yang secara berkelanjutan mengedukasi bidan di seluruh Indonesia.

“Saya  sangat mengapresiasi kerja sama yang harmonis ini dan tentunya semua untuk mendorong target penurunan stunting sesuai yang ditetapkan Presiden Joko Widodo,”  jelas Hasto dalam keterangan resminya dikutip Rabu (27/6).

BACA JUGA: Tanoto Foundation Ungkap Komitmennya Mengatasi Masalah Stunting, Hasilnya Nyata

Pada kesempatan sama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan angka stunting di Sumsel yang sebelumnya 24,8 persen pada 2021 bisa diturunkan  sebesar 6,2 persen menjadi 18,6 persen pada 2022. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, seperti kolaborasi lintas sektoral, sanitasi yang baik, pola hidup baik, dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

“Penanganan stunting itu tidak hanya tanggung jawab satu instansi, semua punya peran dan tanggung jawab termasuk perusahaan farmasi, seperti Dexa Group," terangnya.

BACA JUGA: Mbak Rerie: Partisipasi Semua Pihak Diperlukan untuk Percepat Pengentasan Stunting

Kepedulian ini, lanjutnya, seharusnya didengungkan agar semua pihak ikut. Indonesia mudah-mudahan bisa masuk ke target WHO di bawah 20 persen, apalagi Presiden Jokowi sudah memerintahkan target di bawah 14 persen.

Program edukasi ini sangat penting untuk bidan yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan ibu hamil dan anak.

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dr Nuswil Bernolian, Sp. Og (K) menerangkan stunting disebabkan oleh faktor multidimensi  intervensi pada 1.000 Hari  Pertama Kehidupan (HPK).

Ada beberapa faktor penyebab stunting, di antaranya praktik pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses ke makanan bergizi, serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Sementara itu, Corporate Affairs Director Dexa Group Tarcisius Tanto Randy mengatakan Dexa Group berkontribusi mengatasi stunting bersama BKKBN, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), dan Ikatan Bidan Indonesia dengan mengedukasi para bidan di Kota Palembang dan sekitarnya.

“Kerja sama mengedukasi bidan dan masyarakat terkait pentingnya menjaga kehamilan di 1.000 Hari Pertama Kehidupan telah kami lakukan di beberapa kota di Indonesia seperti, Yogyakarta, Brebes, Surabaya, Wonosobo, dan saat ini di Palembang melalui program corporate sosial inisiatif Dharma Dexa,” jelas Tarcisius.

Direktur  PT Dexa  Medica Gunawan Lukman menambahkan sesuai core purpose Dexa Group “Expertise for the Promotion  of  Health”  Dexa  Group  ingin  terus  berkontribusi  di  sektor  kesehatan, khususnya yang menjadi program strategis pemerintah seperti angka penurunan stunting.

Head  of  Corporate Communications Sonny Himawan menegaskan target  penurunan stunting  merupakan implementasi salah satu core value perusahaan. Sejak 2022 Dexa Group dan BKKBN telah berkolaborasi dengan lebih dari 5.000 bidan di 6 wilayah untuk melakukan edukasi pencegahan stunting. 

"Kami bersama  pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Indonesia,  hal  ini  sejalan dengan  salah  satu  core  values  Dexa  Group  yakni  Deal  With  Care,"  ungkap  Sonny Himawan.

Sebagai  perusahaan  di  sektor  kesehatan,  Dexa  Group  juga  beperan  menciptakan  inovasi produk farmasi yang mendukung upaya intervensi stunting,  salah  satunya  melalui  produk  HerbaAsimor. Produk  ini  dikembangkan  dari  kekayaan  alam  Indonesia  yang  berperan  membantu  meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI.

“HerbaAsimor  dari  ekstrak  daun  katuk,  daun  torbangun,  dan  fraksi  aktif  ikan  gabus membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Berdasarkan hasil riset terhadap konsumen yang dilakukan PT  Dexa  Medica,  sebanyak  8  dari  10  ibu  menyusui  merasakan  manfaat  HerbaAsimor,”  jelas Sales and Marketing Director Consumer Health  PT  Dexa  Medica Maret  Yudianto.

Inovasi lainnya yakni di bidang teknologi, melalui aplikasi Teman Bumil dengan sekitar  3,7  juta pengguna di Indonesia sejak 2017. (esy/jpnn)


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler