Twitter Tunjuk Peiter Zatko sebagai Kepala Keamanan

Selasa, 17 November 2020 – 08:42 WIB
Ilustrasi Twitter. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - TWITTER yang merupakan salah satu raksasa jejaring sosial baru saja menunjuk Peiter Zatko, yang dikenal luas dengan nama Mudge
sebagai sebagai kepala keamanan.

Peiter Zatko merupakan salah seorang peretas terbaik dunia dan Twitter memintanya untuk menangani segala hal, mulai dari kesalahan teknik hingga kesalahan informasi.

BACA JUGA: Jadi Ini Alasan Twitter Down Tadi Malam

Twitter memberi mandat luas kepada Zatko luas untuk merekomendasikan perubahan dalam struktur dan praktik.

Zatko menerima "pinangan" CEO Twitter Jack Dorsey, dan akan mengambil alih manajemen keamanan, setelah peninjauan 45 hingga 60 hari.

BACA JUGA: Twitter Siapkan Fitur DM Suara

Dalam wawancara eksklusif Reuters, dikutip Selasa, Zatko mengatakan dia akan memeriksa "keamanan informasi, integritas situs, keamanan fisik, integritas platform, yang mulai menyentuh penyalahgunaan dan manipulasi platform serta bidang teknik."

Zatko baru-baru ini mengawasi keamanan pembayaran elektronik sebuah unicorn, Stripe.

BACA JUGA: Pengguna Twitter Kini Lebih Leluasa Mengontrol Interaksi Unggahan

Sebelumnya, dia mengerjakan proyek khusus di Google dan mengawasi pemberian hibah untuk proyek keamanan siber di Defense Advanced Research and Projects Agency (DARPA), Pentagon.

Karier Zatko yang penuh warna dimulai pada 1990-an, ketika dia secara bersamaan melakukan pekerjaan rahasia untuk kontraktor pemerintah dan berada di antara para pemimpin Cult of the Dead Cow.

Sebuah grup peretas yang terkenal suka merilis alat peretasan Windows untuk mendorong Microsoft meningkatkan keamanan.

" Saya tidak tahu apakah ada yang bisa memperbaiki keamanan Twitter, tetapi dia akan menjadi yang teratas dalam daftar saya," kata Dan Kaufman, yang mengawasi Zatko di DARPA dan sekarang memimpin grup produk di Google.

Twitter menghadapi banyak tantangan keamanan. Pada Juli, sekelompok peretas muda menipu karyawan dan mendapatkan akses ke alat internal.

Hal ini memungkinkan mereka mengubah pengaturan akun dan kemudian mengunggah cuitan dari sejumlah akun milik orang-orang ternama.

Termasuk akun calon presiden Joe Biden, pendiri Microsoft Bill Gates dan CEO Tesla Elon Musk.

" Pembobolan data musim panas ini adalah pengingat penting tentang seberapa jauh Twitter perlu membangun beberapa fungsi keamanan dasar," kata Alex Stamos, mantan kepala keamanan Facebook dan peneliti Stanford, yang saat ini memimpin upaya untuk memerangi disinformasi pemilu.

" Hal ini diperlukan untuk menjalankan layanan ditargetkan oleh musuh yang jauh lebih terampil daripada remaja yang ditangkap karena insiden itu," jelas Stamos.

Stamos, yang pernah bekerja untuk konsultan keamanan Zatko, menyebut Zatko sangat cocok untuk perusahaan yang tidak memiliki kekuatan finansial, seperti Facebook dan Google.

" Mereka harus menemukan solusi kreatif untuk masalah ini, dan jika Mudge terkenal dalam hal keamanan, berarti mereka menjadi kreatif," tambah Stamos.

Zatko berkomitmen untuk meningkatkan percakapan publik di Twitter.

Dia memuji langkah Twitter baru-baru ini yang mendorong pengguna untuk berkomentar, bukan hanya me-retweet.

Hal ini juga memaksa orang untuk memahami percakapan sebelum berpartisipasi di dalamnya.

Zatko menghargai keterbukaan Twitter terhadap pendekatan keamanan yang tidak konvensional.

Seperti proposalnya untuk membingungkan pelaku kejahatan siber dengan memanipulasi data yang mereka terima dari Twitter tentang bagaimana orang berinteraksi dengan unggahan mereka.

" Mereka bersedia mengambil risiko," kata Zatko soal Twitter.

" Dengan tantangan algoritme dan bias algoritmik, mereka tidak hanya diam dan menunggu hingga orang lain memecahkan masalah," pungkas Zatko.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany Elisa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler