UEFA Nations League: Menanti Resep Roberto Mancini di Italia

Jumat, 07 September 2018 – 18:13 WIB
Roberto Mancini. Foto: sky sports

jpnn.com, BOLOGNA - Juru taktik Italia Roberto Mancini membawa resep 'percaya pemain muda' di ajang UEFA Nations League.

Sabtu (8/9) dini hari nanti, Italia akan menjamu Polandia di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, dalam matchday 1 Grup 3 League A. Pertemuan Italia versus Polandia ini juga juga menjadi debut pelatih Polandia Jerzy Brzeczek yang menggantikan Adam Nawalka pasca Piala Dunia 2018 lalu.

BACA JUGA: Lihat Video Mario Balotelli jadi Korban Lorenzo Insigne

Seperti diberitakan ESPN kemarin (6/9) membesarnya kepercayaan Mancini kepada para pemain muda Italia bukan tanpa alasan. Hasil apik timnas Italia U-17 dan U-19 di level regional membuat pelatih 53 tahun itu menyukai gagasan pembaruan tim.

Pada Piala Dunia U-20 tahun lalu di Korsel, Azzurri muda berhasil menapak ke semifinal. Lantas pada Euro U-17 Mei lalu, Italia masuk ke final namun kalah dalam adu penalti lawan Belanda 1-4 setelah di waktu normal terjadi skor imbang 2-2. Sedangkan pada Euro U-19 di Finlandia Juli lalu, Italia finis sebagai runner-up. Di final Italia kalah 3-4 oleh Portugal di extra time.

BACA JUGA: UEFA Nations League: Wales Berikan Rekor Buruk Buat Irlandia

Nah, bintang Italia di Finlandia lalu Nicola Zaniolo mendapat berkah atas penampilan apiknya. Pemain 19 tahun itu masuk dalam 30 nama yang dibawa Mancini di UEFA Nations League ini.

“Saya kira Zaniolo memiliki kualitas yang mumpuni. Dia bisa sukses di kejuaraan sekelas Euro U-19 dan pemain bagus seperti dia memang layak bermain,” kata Mancini kepada Football Italia.

BACA JUGA: Debut Areola Selamatkan Prancis dari Amukan Jerman

Gelandang yang musim ini membela AS Roma itu kerap disebut-sebut sebagai 'Steven Gerrard baru'. Musim lalu saat masih membela Inter Milan Primavera, Zaniolo menjadi bagian Inter jadi kampiun pada musim perdana Campipnato Primavera 1. Zaniolo mencetak 13 gol dan delapan assist buat Inter Primavera.

Selain Zaniolo, pemain-pemain di bawah usia 23 tahun yang disebut-sebut menjadi kekuatan Italia di masa mendatang adalah Federico Chiesa (winger/20 tahun), Lorenzo Pellegrini (gelandang/22 tahun), Nicolo Barella (gelandang/21 tahun). Selain nama-nama itu jangan lupakan juga Gianluigi Donnarumma (kiper/19 tahun).

Mancini pun mengajukan 'permintaan' kepada klub-klub Italia ini untuk mendukung talenta mudanya. Yakni memberikan kesempatan bermain lebih sering kepada pemain mudanya buat berkembang.

Eks pelatih Manchester City itu sudah menuding kalau klub-klub besar Serie A dan pelatih-pelatih Serie A lebih percaya talenta asing ketimbang pemain dalam negeri. Dan menurut Mancini kebijakan itu membuat pemain muda Italia tertahan perkembangannya.

“Tujuan Mancini simpel, untuk membuat talenta-talenta Italia berkembang adalah gampang. Berhenti mencari pemain luar Italia, mempercayai, dan meneruskan perkembangan pemain mudanya,” tulis ESPN.

Dari barisan nama pemain muda yang dibawa Mancini ini, nama Donnarumma, Chiesa dan Pellegrini punya kans besar buat tampil. Entah sebagai starter ataupun sebagai pemain pengganti. Dan menurut Football Italia Mancini mungkin akan memainkan 4-3-3 dalam menghadapi Polandia ini.

“Kami memiliki pemain berpengalaman dan pemain muda yang menginjeksi banyak kekuatan pada kami. Meski kami harus berjuang mati-matian menemukan kekuatan kami melawan tim-tim besar,” tutur Mancini dalam situs resmi UEFA.

Di sisi lain, dibandingkan Mancini yang memiliki pemain muda berlimpah dan berani memanggil pemain muda maka pelatih anyar Polandia Jerzy Brzeczek cenderung memilih 'jalur aman'.

Melihat 27 nama pemain yang dipanggil Brzeczek, tak satupun berusia di bawah 20 tahun. Pemain termuda yang bergabung adalah Adam D?wigala (bek/22 tahun).

“Sangat menarik situasi bagi kami karena lawan kami Italia juga memiliki pelatih baru. Dan pertandingan ini menjadi awal mula saya dan saya bersiap menghadapi Italia,” ucap Brzeczek kepada UEFA. (dra)

UEFA Nations League
League A
Grup 1: Jerman, Prancis, Belanda
Grup 2: Belgia, Swiss, Islandia
Grup 3: Portugal, Italia, Polandia
Grup 4: Spanyol, Inggris, Kroasia

League B
Grup 1: Slovakia, Ukraina, Rep. Cheska
Grup 2: Rusia, Swedia, Turki
Grup 3: Austria, Bosnia, Irlandia Utara
Grup 4: Wales, Irlandia, Denmark

League C
Grup 1: Skotlandia, Albania, Israel
Grup 2: Hungaria, Yunani, Finlandia, Estonia
Grup 3: Slovenia, Norwegia, Bulgaria, Siprus
Grup 4: Rumania, Serbia, Montenegro, Lithuania

League D
Grup 1: Georgia, Latvia, Kazakhsyan, Andorra
Grup 2: Belarusia, Luksemburg, Moldova, San Marino
Grup 3: Azerbaijan, Kep Faroe, Malta, Kosovo
Grup 4: Makedonia, Armenia, Liechtenstein, Gibraltar

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selangkah Lagi Roberto Mancini Latih Timnas Italia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler