UI Gagas Fusi Informasi Intelijen

Kamis, 18 Desember 2014 – 09:31 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Indonesia mempunyai beberapa institusi intelijen. Misalnya, Badan Intelijen Negara (BIN) , Badan Intelijen Strategis TNI (Bais), Badan Intelijen Keamanan Polri (Baintelkam) ,  Lembaga Sandi Negara, intelijen kejaksaan, intelijen bea cukai. Namun, koordinasi dan sharing informasi antar lembaga itu belum berjalan ideal.

Hingga saat ini, informasi data intelijen yang dimiliki masing-masing lembaga belum terkoordinasi dan masih muncul ego sektoral. “Jika informasi itu dapat sinergi atau memiliki fusi intelijen, akan sangat bermanfaat bagi keberhasilan tugas utama intelijen,” ujar peneliti intelijen Sulistyo, Msi dalam Dialog Fusi Intelijen yang diselenggarakan Unit Ventura Pascasarjana Universitas Indonesia 17/ 12/ 2014 di Kampus UI Salemba Jakarta.

BACA JUGA: Libur Akhir Tahun, 28 Desember Paling Padat

Selain Sulistyo Msi, hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, sejumlah tokoh di bidang intelejen, seperti Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan,  Mayjen TNI (Purn) Dadi Susanto, dan Dr. Thony Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN ). Acara dimoderatori Muradi,Phd dan dihadiri puluhan praktisi dan akademisi di bidang intelijen.

Sulistyo yang merupakan lulusan S2 Kajian Stratejik Intelijen UI mencontohkan, informasi tentang potensi bencana alam di Jawa Tengah sebenarnya jauh-jauh hari sudah dipetakan. Namun sayang, informasi itu tidak terdistribusikan dengan baik ke komunitas intelijen sehingga terlambat dilakukan pencegahan. “Contoh lain misalnya peta titik titik api atau hot spot di hutan-hutan sawit Kalimantan, itu sudah ada datanya di intelijen geospasial, namun tidak terbagi dengan baik sehingga antisipasi terlambat,” katanya.

BACA JUGA: Pesan Menteri Susi ke Anak SD : Kalau Sudah Besar jadi Perwira AL ya

Staf Ahli Kepala BIN Dr Thony Saut Situmorang menilai gagasan fusi informasi intelijen sangat bermanfaat bagi pemerintah. “Tiap lembaga intelijen mempunyai informasi – informasi yang khas dan detail. Jika ini disatukan, akan sangat berguna bagi end user dalam hal ini Presiden sebagai pengambil kebijakan,” katanya.

Saut mencontohkan, informasi dari intelijen imigrasi tentang seseorang yang pergi ke Suriah bisa sangat berguna bagi intelijen Polri terkait pencegahan terorisme. “Jika dilihat sepotong sepotong mungkin terlihat data biasa, tapi bagi lembaga intelijen lain itu bisa sangat bermanfaat,” katanya.

BACA JUGA: Pansel Calon Hakim MK Kantongi 18 Nama

Edy Faisal MM dari Unit Ventura Pascasarjana UI menjelaskan, dialog tentang fusi informasi intelijen akan dilakukan secara rutin dengan mengundang  pakar dan akademisi di bidangnya. “Kami berharap ini bisa jadi sumbangan pemikiran UI pada kabinet kerja Jokowi JK khususnya di bidang intelijen,” katanya. (mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak BUMN tak Punya Gedung, Rini Malah Ngotot Jual


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler