UMKM Binaan Semen Indonesia Berinovasi di Masa Pandemi Corona

Kamis, 25 Juni 2020 – 21:09 WIB
UMKM mitra binaan PT Semen Indonesia Group (SIG) yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) klaster jahit di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto dok SIG

jpnn.com, TUBAN - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Salah satu langkah yang dilakukan perseroan yakni mendorong mitra binaan di seluruh operasional untuk melakukan inovasi produk.

BACA JUGA: Semen Indonesia Tebar Dividen Rp239 Miliar

UMKM mitra binaan SIG yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) klaster jahit di Kabupaten Tuban, Jawa Timur contohnya, para pelaku UMKM ini sebelum terjadi pandemi Covid-19 memproduksi pakaian jadi, kini beralih membuat masker.

UMKM tersebut di antaranya adalah Karya Muda Taylor Desa Sugihan, Jama’ah Tahlil Nurul Huda Desa Tegalrejo, Juwiri Mandiri Desa Tuwiri Wetan, IPPNU Desa Margorejo, Bank Sampah Kencana Madya Desa Temandang, dan Cendrawasih Desa Kapu. 

BACA JUGA: Semen Indonesia Grup Siap Terapkan Skenario The New Normal

Anggota OMS Cendrawasih Desa Kapu, Tuban, Wiwik tak memungkiri bahwa pandemi yang terjadi saat ini berdampak pada usahanya.

“Sebelum terjadi pandemi Covid-19 kami bisa memproduksi 115 gamis dalam sebulan, namun akibat Covid-19 permintaan menurun, kami hanya memproduksi 45 gamis saja," papar Wiwik.

BACA JUGA: Pakde Karwo Mundur dari Komut Semen Indonesia, Rudiantara Penggantinya

Beruntung, rezeki masih berpihak kepada mereka di tengah pandemi corona.

"Usaha kami tertolong dengan adanya pesanan masker dari beberapa instansi baik perusahaan maupun pemerintah. Kami dapat kembali bekerja dengan melibatkan penjahit sekitar yang telah lama menganggur. Hingga saat ini kami telah memproduksi 22 ribu masker,“ jelas Wiwik.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota OMS Karya Muda Taylor, Desa Sugihan, Tuban, Cik Inturni mangatakan, dirinya beserta kelompok penjahit lainnya sebelum terjadi pandemi Covid-19 memproduksi seragam sekolah dan pakaian jadi.

Namun, mereka juga akhirya harus beralih memproduksi masker pada saat pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi ini kami lebih banyak memproduksi masker dan menerima pesanan hingga ke luar kota. Dengan produksi masker ini keberlangsungan usaha kami terus berjalan,” ujar Cik Inturni.

Sementara itu, General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan bahwa SIG berharap UMKM mitra binaan bisa lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

Misalnya, UMKM jahit yang sebelumnya memproduksi pakaian jadi bisa menambah produksinya dengan produksi masker sesuai dengan banyaknya permintaan di masyarakat sekaligus  berperan dalam penanganan penyebaran Covid-19.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler