Unik, Sawahlunto Punya Duta Wisata Cilik

Minggu, 15 April 2018 – 01:28 WIB
Ilustrasi turis. Foto: Radar Bali/JPNN

jpnn.com, SAWAHLUNTO - Cara yang ditempuh Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), untuk mempromosikan pariwisata terbilang unik.

Pemkot Sawahlunto menyasar anak-anak untuk dijadikan duta pariwisata dengan menggelar Duta Wisata Cilik 2018 pada pekan lalu.

BACA JUGA: Penerbangan Bertambah, Liburan ke Maratua Makin Mudah

Dari event itu akhirnya terpilih Indira Nayla Assyifa dan Lingga Mahardika yang menjadi pemenang.

Indira merupakan siswi SDN 03 Lubang Panjang. Sementara itu, Lingga adalah siswa SD 19 Santur.

BACA JUGA: 11 Kiat Jitu Menikmati Liburan Singkat

"Program Duta Wisata Cilik 2018 ini merupakan peluang yang besar untuk mencari bibit-bibit yang pro-pariwisata," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Sawahlunto Efriyanto, Senin (9/4).

Efriyanto menambahkan, Duta Wisata Cilik 2018 merupakan salah satu cara untuk memberikan pemahaman akan pentingnya arti pariwisata kepada generasi muda.

BACA JUGA: 5 Alasan Lombok Surga bagi Wisatawan Muslim (2/habis)

Para generasi muda itu nantinya diharapkan bisa menjadi agen promosi pariwisata pada masa yang akan datang.

Pemkot Sawahlunton sendiri memang terus menggenjot promosi destinasi wisata. Sawahlunto mengandalkan berbagai peninggalan bersejarah dan objek wisata alam yang tidak ada di daerah lain.

Beberapa peninggalan pemerintah Hindia Belanda, antara lain, Lubang Mbah Suro dan Museum Gudang Ransoem. Lubang Mbah Suro merupakan bekas penambangan batu bara. Panjangnya mencapai 1,5 kilometer dengan kemiringan 20 derajat.

Sementara itu, Gusang Ransoem menyimpan banyak peninggalan masa penjajahan Belanda. Pada zaman dulu, tempat itu merupakan dapur untuk menyediakan makanan bagi para pekerja tambang batu bara.

Di sisi lain, salah satu objek wisata alam yang sangat terkenal di Sawahlunto adalah Danau Biru di Talawi. Lokasinya sekitar sepuluh kilometer dari pusat Kota Sawahlunto.

Objek wisata yang booming pada awal 2006 itu menyajikan keindahan danau dengan air biru nan cerah. Danau itu terbentuk dari bekas tambang batu bara.

Ada juga Puncak Cemara yang bisa ditempuh dengan tempo sepuluh menit dari pusat kota. Anda bisa melihat panorama nan mengagumkan dari ketinggian.

Efriyanto menambahkan, semua kalangan harus bahu-membahu untuk memajukan pariwisata.

Dia menyebut kunci pariwisata adalah pentahelix yang terdiri dari akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Prinsip yang diusung Pemkot Sawahlunto sejalan dengan pentahelix Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang terdiri dari academician, business, community, government, dan media (ABCGM).

"Jika sedari dini sudah ditumbuhkan rasa cinta pariwisata dan terlibat di dunia pariwisata, ini akan luar biasa dampaknya bagi pariwisata Sawahlunto," ujar Efriyanto. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Alasan Lombok Surga bagi Wisatawan Muslim (1)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler