Untuk Pria dan Wanita, Ada yang Harus Diketahui terkait Benjolan di Dada

Selasa, 07 April 2020 – 19:53 WIB
Konsultan Bedah Payudara & Endokrin di RS Gleneagles Kuala Lumpur Dr. Harjit Kaur Perdamen. Foto: Ist for JPNN

jpnn.com - BENJOLAN di areola atau area di sekitar puting bisa terjadi pada pria dan wanita. Benjolan ini mungkin efek dari infeksi lokal atau jaringan dasar payudara.

Konsultan Bedah Payudara & Endokrin di RS Gleneagles Kuala Lumpur Dr. Harjit Kaur Perdamen menjelaskan ada tujuh hal yang perlu diketahui oleh masyarakat umum tentang benjolan di sekitar areola:

BACA JUGA: Kaitan Berat Badan dengan Kanker Payudara bagi Wanita Lansia

1.Margin areola dibatasi oleh kelenjar sebaceous/minyak di bawah kulit

Kelenjar ini bisa tersumbat dan meradang sehingga terjadi pembengkakan merah yang menyakitkan. Jika tidak diobati dapat berkembang menjadi abses. Penyebab lain benjolan di daerah ini adalah kista, papiloma, tumor jinak atau ganas di bawah areola.

BACA JUGA: 3 Cara Hidup Sehat Ini Bisa Diterapkan Untuk Menurunkan Risiko Kanker Payudara

Abses payudara selama menyusui juga merupakan penyebab umum benjolan nyeri di areola. Hal ini terjadi sebagai akibat pembengkakan payudara yang berkepanjangan, sumbatan mekanis pada saluran keluar atau infeksi akibat puting pecah-pecah.

2. Benjolan di areola dapat menyebabkan nyeri payudara

Gejala umum lainnya selain rasa sakit adalah eritema (kemerahan), demam dan keluarnya benjolan jika terinfeksi. Jika tidak, bisa timbul benjolan yang tidak nyeri.

3. Ultrasonografi payudara atau mammogram memberi dokter informasi lebih lanjut

Ultrasonografi payudara akan memastikan apakah benjolan tersebut bersifat subdermal (timbul dari kulit) atau dari jaringan payudara. Ini membantu untuk mengonfirmasi diagnosis dan karenanya perawatan. Mammogram akan memastikan bahwa tidak ada klasifikasi yang mencurigakan pada payudara.

4. Antibiotik biasanya akan disarankan dokter untuk benjolan yang disebabkan oleh infeksi pada areola

Antibiotik dan antiinflamasi adalah pengobatan lini pertama untuk infeksi kelenjar sebaceous.

Tidak diperlukan perawatan lebih lanjut jika proses penyembuhan berlangsung dengan sempurna. Infeksi yang berulang membutuhkan proses lanjutan berupa
pembedahan di kelenjar.

Jika kelenjar yang terinfeksi semakin besar, maka pembedahan mungkin menjadi solusi. Jika ada pembentukan abses, maka prosedur dilakukan terlebih dahulu yakni proses membersihkan nanah. Setelah tindakan itu, pasien akan dilihat kembali kondisinya usai penanganan infeksi terselesaikan.

5. Fistula terjadi akibat infeksi berulang atau perawatan yang tidak memadai pada area yang terinfeksi

Beberapa pasien ada yang mengeluarkan cairan terus-menerus dari kulit akan menyebabkan distres kronis, nyeri dan abses berulang yang sering.

Oleh karena itu bagi orang yang mengalami gejala di sekitar payudara, dapat segera menghubungi dokter ahli.

6. Kelenjar sebaceous yang menonjol di sekitar areola pada umumnya dinilai normal, apalagi bagi perempuan yang menjalani masa kehamilan dan menyusui

Bentuk areola yang berwarna kemerahan akan terasa sakit dan tampak membesar. Jika Anda mengalami hal ini, segera hubungi dokter agar tidak terjadi komplikasi dan tidak menimbulkan masalah kronis.

7. Kebersihan kulit payudara harus dijaga dengan baik

Perlu menjaga puting dan areola tetap lembab terutama selama menyusui untuk mencegah puting pecah-pecah.

Waspadai kesehatan payudara Anda untuk memastikan adanya benjolan khusus di sekitar area yang diperiksa oleh dokter.

Pria khususnya tidak boleh mengabaikan benjolan atau cairan yang keluar dari ujung payudara, karena itu mungkin merupakan tanda peringatan kanker.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler