Upaya Forkominhan Tingkatkan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia

Sabtu, 16 Desember 2023 – 23:23 WIB
Forkominhar gelar FGD industri pertahanan di Indonesia. Foto:

jpnn.com, JAKARTA - Forum Komunikasi Industri Pertahanan (Forkominhan) telah sukses menggelar forum diskusi berskala nasional mengenai kemandirian industri pertahanan Indonesia, Kamis (14/12) kemarin.

Kegiatan itu berhasil mengumpulkan peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI dan Angkatan (AU AD AL), tim KKIP, beberapa perguruan tinggi, serta pelaku industri baik dari BUMN maupun sektor swasta.

BACA JUGA: Komando Daerah Pertahanan Noukai Gelar Upacara Peringatan HUT OPM

Focus Group Discussion (FGD) itu mengusung tema "Mempersiapkan Klaster Industri Pertahanan untuk Mendukung Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia."

Tujuannya, untuk membahas langkah-langkah strategis dalam memajukan industri pertahanan Indonesia.

BACA JUGA: Pengamat Pertahanan: Kita Tidak Boleh Punya Pemimpin Seperti Itu

Acara FGD itu menjadi momen penting dalam mengupas langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Dalam sambutan pembuka, Ketua Forkominhan, Marsekal Madya (Purn) Eris Herryanto, menyampaikan kegembiraannya dapat berbagi pandangan dan pengalaman dengan peserta.

BACA JUGA: Brunei Darussalam vs Indonesia: Skuad Garuda Fokus Latihan Bongkar Pertahanan Tuan Rumah

Lebih lanjut, Marsdya (Purn) Eris menyampaikan FGD dilakukan dengan menyadari kompleksitas pembangunan industri pertahanan (INHAN) nasional.

Acara itu bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan, guna memajukan sektor INHAN di Indonesia dari berbagai pemangku kepentingan.

Termasuk membahas isu-isu krusial terkait kemandirian dan perkembangan industri pertahanan di tanah air.

Acara itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari berbagai institusi terkait dan menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah, TNI, dan industri.

"Hubungan erat antara pengguna sangat penting di industri pertahanan, dan pembuat kebijakan untuk merealisasikan kemandirian tersebut di masa mendatang," kata dia.

Forkominhan secara khusus mengundang Program Director IBC dan Publik Procurement Management Program KAIST Business College, Korea Selatan, Prof. Man Ki Kim.

Di dalam sesi paparanya, Prof. Kim menjelaskan bagaimana pemerintah Korea Selatan (Korsel) mencapai apa yang telah dicapainya di bidang Industri Pertahanan.

"Meskipun Anda telah mendengar banyak tentang upaya Korsel dalam industri pertahanan dan ekspor, saya akan membahas detail seperti K-21 Boramae, tank Howitzer K-9, dan kapal angkatan laut,” ujarnya.

Menurut Prof Kim, itu merupakan kebijakan yang telah berakar dalam strategi ekonomi jangka panjang, perencanaan, dan implementasi.

Selain itu, pemerintah Korsel juga membuat kebijakan terkait dengan Klaster pertahanan untuk saling terhubung dengan kompleks industri strategis.

“Ini berdasarkan pengalaman saya dalam kontraktor pertahanan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, saya akrab dengan pengadaan, akuisisi, regulasi regional, dan lainnya,” ungkapnya.

Lebih jauh Prof Kim juga menjelaskan tentang pengadaan bersama yang melibatkan 28 negara.

"Transformasi Korsel menjadi seperti saat ini tidak semata-mata karena industri pertahanan, tetapi juga melibatkan kemauan politik, strategi, dan yang sangat penting rencana ekonomi yang dieksekusi setiap lima tahun," tegasnya.

“Pemerintah memfokuskan industri selama periode tertentu, mendorong konglomerat besar untuk berspesialisasi, sehingga menghindari persaingan internal. Alokasi sumber daya nasional yang strategis ini adalah kebijakan kunci."

"Sebelum mencoba klaster pertahanan, Korea memulai kompleks industri, aspek penting untuk memahami perkembangannya,” ujar Prof Kim.

Selain Prof. Kim perwakilan dari Korsel dalam FGD, Forkominhan juga turut mengundang pembicara Toufik Bawazier dari Kementerian Perindustrian RI yang diwakili oleh Andi Komara selaku pembicara.

Andi Komara, mengatakan sejatinya pemerintah dan pelaku industri paham industri pertahanan nasional sangatlah unik, karena konteks menciptakan produk pertahanan sangatlah kompleks. (rdo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terima Penghargaan Dharma Pertahanan dari Menhan Prabowo, Fadel: Bentuk Kepercayaan


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler