Upaya Gelora Menghadapi Perubahan Iklim, Tanam 10 Juta Pohon

Selasa, 23 November 2021 – 14:06 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. Foto: dokumentasi Partai Gelora

jpnn.com, JAKARTA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar acara penghijauan menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia pada 28 November 2021.

Partai berwarna kebesaran biru langit itu melaksanakan gerakan Gelora Tanam 10 Juta Pohon secara serentak di 34 provinsi.

BACA JUGA: Ningsih Tak Terima Anaknya Ditahan Polisi, Dituduh Terlibat Pengeroyokan, Brigjen Rudi Turun Tangan

Partai Gelora Indonesia mengusung beberapa tagar dalam gerakan ini semisal #BirukanBumiBirukanLangit, #PohonKitaOksigenKita, #PohonKitaHidupKita, #AyoTanamPohon, #GeloraTanam10JutaPohon.

Penanaman pohon difokuskan di tiga titik yakni, Kampung Cikoneng, subdas Citarik, Cibiru, Cileunyi, huludas Citarum, Waduk Jatiluhur, Purwakarta, dan Muara Gembong area hilir atau muara das Citarum, Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA: Pembunuh Pelajar SMK Bogor Ditangkap, Nih Para Pelakunya

"Gelora Tanam 10 Juta Pohon yang akan diselenggrakan secara serentak di 34 provinsi dan berkesinambungan setiap tahun," kata Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (23/11).

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, bakal turun langsung mengikuti Gelora Tanam 10 Juta Pohon itu.

BACA JUGA: Rayakan HUT ke 2, Partai Gelora Fokus Cari Solusi untuk Masalah Ekonomi Warga

Anis Matta akan melakukan penanaman pohon di Sub Das Citarik, Cibiru, sementara penanaman pohon di Waduk Jatiluhur dan  Muara Gembong akan dipimpin DPD Purwakarta dan Bekasi.

Sedianya, Anis Matta melaksanakan kegiatan penghijauan itu didampingi Wakil Ketua Umum Gelora Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Gelora Mahfuz Sidik, Bendahara Umum Gelora Achmad Rilyadi, dan Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana.

Agenda penanaman pohon akan disiarkan live streaming ke 34 provinsi. 34 DPW Partai Gelora pada saat yang sama bakal melakukan penanaman pohon serupa di lokasi asal.

Menurut Anis Matta, program menanam 10 juta pohon ini kontribusi parpolnya memperbaiki bumi. Terlebih lagi, belakangan ini sering terjadi bencana alam akibat perubahan iklim.

"Bencana alam yang ditimbulkan oleh perubahan iklim saat ini, telah mengubah planet kita ini, menjadi planet yang sangat tidak nyaman dihuni," katanya.

Menurut Anis Matta, situasi lingkungan Indonesia harus diperbaiki. Jika tidak, Indonesia menghadapi ancaman keamanan nasional yang jauh lebih besar daripada ancaman perang.

"Yang sesungguhnya kita hadapi adalah ancaman kepunahan kita sebagai penghuni bumi," katanya.

Anis Matta kemudian menyinggung kesepakatan yang ditandatangani oleh masyarakat dunia melalui Paris Agreement pada 2015 dan diteken pemerintah Indonesia setahun berikutnya.

Selain itu, dia juga berbicara kesepakatan baru yang dihasilkan dalam Conference of the Parties (COP)-26 di Glasgow pada 31 Oktober hingga 12 November 2021 lalu.

Anis Matta menuturkan bahwa semua kesepakatan itu seharusnya memperoleh dukungan masyarakat dunia.

Sebab, kesepatakan yang tertuang dalam Paris Agreement dan COP-26 ialah pendekatan yang sangat komprehensif dan harus diikuti secara disiplin.

"Kita sebagai bangsa dan negara dan juga seluruh masyarakat dunia dan dalam konteks itu, kami di Partai Gelora ingin ikut berpartisipasi memberikan kontribusi kecil menanam 10 juta pohon," katanya.

Selain meminta setiap kader menanam 25 pohon, Anis Matta juga mengajak masyarakat yang akan mendaftar sebagai anggota Partai Gelora untuk menanam 25 pohon sebagai bentuk komitmen untuk membirukan planet.

"Semangat membirukan planet ini adalah semangat partisipasi dalam kesepakatan global warga dunia untuk ikut bersama-sama menyelamatkan planet kita, membirukan planet kita, membuat planet kita nyaman dihuni kembali," ujarnya.

Ketua DPW Partai Gelora Jabar Haris Yuliana mengatakan bahwa pelaksanaan Gelora Tanam 10 juta pohon ini bekerja sama dengan Penyuluh Kehutanan dan 20 LSM.

"Khusus di Muara Gembong, karena muaranya laut, kami akan tanam mangrove atau pohon bakau. Penanaman 10 juta pohon ini akan disertai adat dan istiadat budaya Sunda," kata Haris Yuliana. (ast/jpnn)


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler