Usai Iduladha,Puskesmas Kebanjiran Pasien Kolesterol Tinggi

Jumat, 24 Agustus 2018 – 23:13 WIB
Ilustrasi. Daging

jpnn.com, SURABAYA - Hari Raya Iduladha yang identik dengan melimpahnya daging sapi dan kambing membawa dampak tersendiri bagi warga.

Tidak jarang, orang mengonsumsinya secara berlebihan. Pada sebagian orang, efek makan daging berlebihan itu langsung tampak. Puskesmas pun dituju untuk berobat.

BACA JUGA: Tips Menyimpan Daging Kurban agar Bertahan Lama

''Hari ini tidak terlalu banyak. Tidak sampai sepuluh orang yang datang dengan keluhan akibat kebanyakan makan daging," ujar dokter Puskesmas Pacar Keling Ardianti Vica Dwiastuti.

Mereka datang dengan keluhan pegal-pegal, kesemutan, dan kebas. Vica, sapaan akrabnya, langsung merujuk pasien untuk dites laboratorium. Beberapa hasil tesnya tidak normal. Kadar kolesterol tinggi. Begitu juga tekanan darah.

BACA JUGA: Kebaikan Bertemu Kebaikan untuk Semoga

''Selain diberi obat-obatan, pasien diminta menjaga asupan makanan. Terutama pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus," tambahnya.

Jika kadar asam urat yang tinggi, konsumsi kacang-kacangan dan jeroan dibatasi.

BACA JUGA: Sambangi Muhammadiyah, Jokowi Dianggap Muslim yang Baik

Begitu pula pada pasien dengan kolesterol tinggi. Jeroan dan makanan bersantan tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi.

Hal senada diungkapkan ahli gizi Rumah Sakit Husada Utama Rr Desi Mawardani.

Menurut dia, daging melimpah tidak berarti harus langsung dikonsumsi sampai habis. Sebagian bisa disimpan untuk dikonsumsi pada hari lain.

''Kalau langsung porsi banyak, jelas timbul gangguan seperti kolesterol dan asam urat," ujarnya.

Selain konsumsi daging yang dibatasi, asupan sayur dan buah harus diperbanyak untuk mengimbanginya.

Dalam penyimpanan daging kurban, juga ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai kebersihan hingga cara penyimpanan.

Salah satunya, memisahkan antara daging dan jeroan. Sebab, jeroan mengandung lebih banyak bakteri yang nanti bisa mencemari daging.

Menurut Desi, sebelum disimpan, daging sapi maupun kambing sebaiknya dicuci.

Sebab, selama ini pemotongan hewan berada di area terbuka. Kontaminan seperti kuman dan debu bisa masuk dengan mudah.

''Mencucinya tidak harus lama. Yang penting bersih," tambahnya. Selain itu, sebelum dimasukkan ke wadah, daging sebaiknya dikeringkan. Istilah orang Jawa ditus. Tujuannya, saat disimpan, daging bersih dan kadar airnya sedikit. Wadah yang digunakan juga harus kedap udara agar bakteri tidak tumbuh. (dwi/c7/ano/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Iduladha, Para Pengepul Kulit Hewan Kurban Raup Untung Besar


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler