UW Berani Berulah, Polisi Gerak Cepat, Dor!

Sabtu, 22 Februari 2020 – 05:32 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan keberhasilan Polres Belawan menggagalkan peredaran 1 kg sabu-sabu. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, BELAWAN - Polres Pelabuhan Belawan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, dua pelaku ditangkap. Satu di antaranya tewas ditembak karena berusaha melawan petugas.

BACA JUGA: Pelaku Begal Sadis yang Terekam CCTV Itu Tak Diberi Ampun, Langsung Ditembak Mati, Dooor!

"Kedua pelaku itu, yakni UW warga Jalan Marelan XII, Lingkungan V, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, dan MMA warga Jalan Marelan Pasar 2 Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan," ujar Martuani dalam keterangannya di Mapolres Belawan, Jumat (21/2).

Martuani mengatakan, pengungkapan kasus narkoba tersebut pada Kamis (20/2). Saat itu petugas menerima informasi dari masyarakat ada pengedar narkotika jaringan Provinsi Aceh-Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

BACA JUGA: Sopyan Ali Ditembak Mati, Polisi Sebut Lukanya Bukan di Wajah, tetapi di Kaki

Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap target operasi (TO) yang ciri-cirinya sudah diketahui dan berada di Jalan Marelan V, Pasar 2 Barat, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumut.

"Selanjutnya petugas meringkus UW yang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah yang berhenti di depan rumah," ujar jenderal bintang dua itu didampingi Kapolres Belawan AKBP Ramdhani Dayan.

BACA JUGA: Jumlah Massa Aksi 212 Jauh dari Target

Dari dalam bagasi sepeda motor tersebut ditemukan satu bungkus plastik teh warna hijau yang dilakban berisi 1 kilogram sabu-sabu.

Selain itu, hasil pemeriksaan terhadap tersangka MMA yang diamankan petugas, ditemukan dua blok plastik kosong, satu tas merah berisi uang pecahan Rp10.000 sebanyak lima lembar.

"Sedangkan dari hasil keterangan UW bahwa sabu tersebut akan dipaketkan dengan ukuran 1 ons dan 1,5 ons. Barang haram itu diperoleh dari Junaidi yang saat ini masih DPO," ujarnya.

Kapolda menyebutkan, pada Jumat (21/2) sekitar pukul 02.00 WIB, ketika dilakukan pengembangan dan membawa UW untuk menunjukkan keberadaan Junaidi, saat keluar dari mobil UW melakukan perlawanan menendang petugas dan berupaya melarikan diri.

Petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali. Namun tidak diindahkan tersangka, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap UW. Kemudian UW dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk pertolongan medis. Namun di tengah perjalanan, UW meninggal dunia.

"Sedangkan MMA dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 (2) subs Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman mati, seumur hidup, paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," kata mantan Asisten Operasi (Asop) Kapolri itu. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler