Varian Covid-19 India Muncul dari Sebaran Lokal, Pangdam Brawijaya dan Kapolda Jatim Lakukan Ini

Selasa, 15 Juni 2021 – 20:46 WIB
Rapat koordinasi Forkopimda Jatim untuk penanganan lonjakan kasus di Bangkalan. Foto: Humas Polda Jatim

jpnn.com, SURABAYA - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Bangkalan, Senin (14/6) malam di Markas Komando Daerah Militer V/Brawijaya.

Rakor yang dihadiri pimpinan TNI, Polri, pemerintah provinsi/kabupaten, dan Satgas Penanganan Covid-19 itu digelar menyusul adanya varian baru virus corona B16172 asal India, dari tiga warga yang terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu.

BACA JUGA: Khofifah: 3 Pasien yang Terpapar Covid-19 Varian India Dirawat di Surabaya dan Bojonegoro

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyebut ada penambahan pasien baru sebanyak 65 orang, dengan kasus aktif 539 yang terpusat di tiga kecamatan yaitu Arosbaya, Bangkalan, dan Klampis.

Mayjen Suharyanto meminta penyekatan dua sisi yakni Surabaya dan Madura tetap diperketat dengan melaksanakan tes usap antigen.

BACA JUGA: Temuan Tiga Varian India dari Bangkalan, Wali Kota Eri Akan Lakukan Ini

"Seluruh masyarakat yang dari Madura harus melaksanakan tes untuk meminimalkan penyebaran Covid-19," kata Mayjen Suharyanto.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan untuk mempercepat penanganan lonjakan kasus yang ada di Bangkalan pihaknya melakukan 3T dan 5M.

BACA JUGA: 3 Pasien Positif Covid-19 Varian India Terjaring dari Penyekatan Suramadu

Jenderal bintang dua Polri itu menambahkan tempat makan dan ibadah di zona merah ditutup sementara waktu.

"Operasi Yustisi terus berjalan, (kemudian) membagi masker dan bansos (bantuan sosial) kepada masyarakat," tutur Nico.

Tokoh agama dan masyarakat di sana juga harus dikerahkan untuk membantu memberikan imbauan tentang protokol kesehatan.

Masyarakat juga perlu tahu setiap langkah-langkah yang dijalankan Satgas Covid-19.

"Melakukan pengetatan penyekatan di Kabupaten Bangkalan, apabila dalam beberapa hari ke depan angka kasus masih tinggi," lanjut Irjen Nico.

Di sisi lain, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi mengatakan varian baru asal India itu asalnya dari non-pekerja migran Indonesia (PMI).

"Sehingga varian baru asal India ini sudah tersebar secara lokal," jelasnya.

Saat ini, di Kabupaten Bangkalan diberlakukan tanda berupa stiker warna merah di depan rumah warga. Hal itu untuk menandakan bahwa rumah tersebut digunakan isolasi mandiri pasien Covid-19. (mcr12/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler