Velez Akhiri Penantian 17 Tahun

Selasa, 04 Desember 2012 – 09:02 WIB
BUENOS AIRES - Velez Sarsfield memastikan gelar juaranya di kompetisi Liga Inicial Argentina tahun ini lebih cepat. Padahal, kompetisi baru rampung akhir pekan ini. Pesta Velez tersebut terjadi setelah mereka menumbangkan Union dua gol tanpa balas di kandangnya, Jose Amalfitani Stadium, Senin WIB (3/12).
 
Gelar tersebut sekaligus mengakhiri penantian 17 tahun Velez memburu trofi kompetisi yang dulunya disebut Apertura itu. Kemenangan Fortins " julukan Velez " itu tidak lepas dari peran bomber belianya Facundo Ferreyra. Dua gol striker berusia 21 tahun tersebut masing-masing terjadi pada menit ke-48 dan 84.
 
Kemenangan itu membuat perolehan poin Velez tak mungkin lagi terkejar dari runner-up Lanus. Sebelum laga dimulai, Lanus terus menguntit Velez dengan selisih hanya dua poin. Namun, di saat yang sama, Lanus malah dikalahkan River Plate dengan skor tipis 0-1. Alhasil, kekalahan tersebut membuat marjin poin kedua tim melebar lima poin.
 
Gelar ini juga menjadi ketiga kali bagi manajer Ricardo Gareca sejak menangani Velez pada 2008 silam. Hanya, dua gelar lainnya didapatkan di kompetisi Clausura. Yaitu pada musim 2009 dan 2011. "Tapi apapun itu, meraih juara di kandang sendiri memiliki arti segalanya bagi kami," ujar Gareca dikutip dari Associated Press.
 
Sayang, penggawa Fortins gagal menggondol penghargaan individu sebagai pelengkap gelar juara ini. Gelar sebagai pencetak gol terbanyak menjadi milik penyerang andalan Newell"s Old Boys Ignacio Martin Scoco. Secara keseluruhan dia mencetak 10 gol bagi timnya.
 
Sedangkan dua gol tambahan Ferreyra kemarin hanya bisa menempatkannya di bawah Scoco. Ferreyra hanya mencetak sembilan gol saja. Meski begitu, raihan itu sudah cukup menempatkan Ferreyra sebagai top skor Velez di usia yang masih cukup muda. "Serasa mimpi yang jadi kenyataan," ungkap dia.
 
Lebih lanjut, Ferreyra menyebut keberhasilannya mendulang banyak gol bagi Velez di musim pertamanya itu tidak terlepas dari andil Gareca. Sebab, di tangan Gareca dia lebih banyak mendapat tempat di skuad utama. "Saya benar-benar berterima kasih kepadanya. Karena dia sudah memberi saya kepercayaan," cetus dia.
 
Terhentinya Lanus itu ada hubungannya dengan kebangkitan River Plate di tangan pelatih anyarnya, Ramon Diaz.  Dia menjadi pelatih suksesor Matias Almeyda yang dipecat River sepekan lalu. "Akhir yang manis bagi kami setelah keluarnya Almeyda dan tentu bagi kami selamat datang sang suksesor," kata gelandang Leonardo Ponzio. (ren)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sanksi FIFA Makin Dekat

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler