Victoria mencatat 317 kasus baru virus corona baru dalam 24 jam terakhir, menjadi angka penularan harian terbesar sejak pandemi virus corona dimulai. Klaster terbesar di Melbourne masih di sekolah Islam Al Taqwa College Klaster virus corona di barat daya Sydney telah naik dari 34 menjadi sekitar 40 Australia sudah melakukan lebih dari tiga juta tes virus corona

 

BACA JUGA: Jutaan TKI Tak Berdokumen di Malaysia Makin Kesulitan Saat Pandemi Corona

Dari 317 kasus baru yang dicatat Victoria, 28 kasus baru terhubung dengan klaster yang telah diketahui dan 289 kasus lainnya masih sedang diselidiki.

Sementara itu, dua pria berusia 80-an dilaporkan meninggal dunia.

BACA JUGA: Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sulteng Terus Bertambah

Saat mengumumkan angka terbaru penualran, pemimpin negara bagian Victroia, Premier Daniel Andrews mengatakan terlalu dini untuk menaikkan pembatasan ke tingkat selanjutnya.

Tapi ia menegaskan peningkatan ke tahap empat tergantung warga Victoria sendiri, sehingga ia mengimbau warganya untuk "menjalankan peran masing-masing".

BACA JUGA: Studi: Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di ICU Menurun

Daniel mengatakan meski ada peningkatan angka penularan, tingkat infeksi baru yang dicatat masih "relatif stabil".

"Dengan aturan pembatasan tetap tinggal di rumah yang baru berjalan satu minggu, akan butuh waktu sampai angka-angka ini stabil dan membentuk pola yang diharapkan akan turun," katanya. Kabar warga Indonesia di Victoria
Ada banyak warga Indonesia yang tinggal di kawasan 'hostpot' penularan virus corona di Australia.

 

Sampai hari Kamis (16/07) jumlah kasus aktif di Victoria adalah 2.128 kasus, 109 di antaranya dirawat di rumah sakit, dan 29 yang dirawat di rumah sakit dalam perawatan intensif.

29.000 tes corona sudah dilakukan di negara bagian Victoria dalam 24 jam terakhir.

Kepala otoritas kesehatan, Profesor Brett Sutton mengatakan Victoria mungkin belum mencapai puncak lonjakan kasus terbaru.

Ia mengingatkan virus memiliki masa inkubasi rata-rata sekitar lima atau enam hari, yang berarti jumlah kasus tidak akan mulai naik hingga beberapa hari lagi.

Dia mendesak mereka yang menjalani pembatasan tahap tiga di Melbourne dan Mitchell Shire untuk tinggal di rumah dan hanya pergi untuk alasan yang benar-benar penting. Photo: Manajer perawat Rumah Sakit Royal Melbourne Dan Hadley mengoperasikan peralatan di ruangan yang diperuntukkan bagi pasien COVID-19. (ABC Melbourne: Kristian Silva)

 

Menteri Kesehatan Victoria, Jenny Mikakos mengatakan semua operasi elektif, atau yang bisa ditunda, akan dihentikan sementara di rumah sakit umum di Melbourne.

Rumah sakit umum akan menurunkan kapasitas operasi elektif mereka menjadi 50 persen dan rumah sakit swasta akan turun menjadi 75 persen, agar ada lebih banyak ruang menyusul naiknya angka kasus ini.

Ia juga mengatakan rumah sakit umum akan kembali ke 100 persen dari aktivitas normal pada akhir bulan Juli. Lima panti jompo termasuk dalam klaster penularan

Kematian dua pria berusia 80-an membuat angka kematian akibat virus corona di negara bagian Victoria menjadi 29 orang.

Klaster terbesar di Victoria masih sebuah sekolah Islam, Al-Taqwa College, di Truganina, sebelah barat Melbourne. Photo: Sekolah swasta Al Taqwa College di Truganina, suatu kawasan di pinggiran Kota Melbourne, menjadi salah satu klaster penyebaran COVID-19 terbesar di Australia setelah 113 kasus ditemukan di sini. (ABC News: Gemma Hall)

 

Sampai sekarang diketahui ada 157 kasus yang terkait dengan sekolah yang masih ditutup ini.

Selain itu, ada lima panti jompo dengan sejumlah kasus termasuk 31 kasus di Menarock Life, sebuah panti jompo di Essendon, lima kasus terkait dengan St Basil's Home di Fawkner, 23 di Glendale Aged Care di Werribee, serta 21 di Estia Health di Ardeer.

Dua tempat penjualan daging juga diketahui menjadi tempat penyebaran kasus, termasuk 37 kasus di Somerville Retail Services di Tottenham dan 29 infeksi di JBS Australia di Brooklyn.

Ada juga enam kasus yang terkait dengan HWL Ebsworth Lawyers di kawasan pusat kota Melbourne. External Link: ABC Indonesia akan berbicara dengan warga Indonesia di Melbourne yang sekarang sedang alami 'lockdown'

  Tiga kasus di NSW masih misterius

Di New South Wales, dengan ibukota Sydney, ditemukan 10 kasus baru pada hari Kamis (16/07).

Otoritas kesehatan NSW masih berusaha mengidentifikasi sumber tiga infeksi virus corona yang misterius, dalam upaya untuk menghubungkan mereka dengan klaster yang berkembang di barat daya kota Sydney.

Empat puluh kasus COVID-19 telah terkonfirmasi terkait dengan klaster Crossroads Hotel di Casula, yang meningkat dari 34 kasus kemarin.

Dua dari tiga kasus yang sumbernya masih misterius berada di pinggiran barat daya Sydney, sementara yang ketiga adalah dari wilayah Wollongong.

Beberapa bisnis di pinggiran kota Sydney ditutup untuk dibersihkan setelah orang yang terinfeksi mengunjungi tempat-tempat tersebut selama dua minggu terakhir.

Kepala petugas medis negara bagian NSW, Kerry Chant, mengatakan pelacakan yang dilakukan gagal menemukan ketiga infeksi dan ini menjadi sebuah masalah.

"Tapi pada titik kritis ini, kami juga meminta warga untuk terus menjaga jarak sosial, dan pastikan mengisolasi diri sendiri jika memiliki gejala yang paling minimum, serta mendapatkan tes."

Lebih dari 22.800 tes dilakukan di NSW dalam 24 jam hingga 8:00 malam kemarin, 3.400 di antaranya dilakukan di Sydney barat daya.

Secara nasional, sampai 15 Juli 2020, lebih dari 3.222.000 tes virus corona telah dilakukan di Australia, dengan 0,3 persen hasilnya dinyatakan positif tertular virus corona.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rusia Berencana Produksi Massal Vaksin Covid-19

Berita Terkait