Video Viral Kucing Dicekoki Minuman Keras, Polisi Diminta Segera Bertindak

Senin, 21 Oktober 2019 – 06:45 WIB
Bangkai kucing dicekoki minuman keras akan diautopsi. Foto : Pojokpitu

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Kepolisian Resor Tulungagung, Jatim meminta bantuan tim kedokteran forensik untuk melakukan autopsi terhadap seekor kucing mati.

Langkah itu dilakukan untuk menyikapi kasus video viral tentang kucing dicekoki minuman keras.

BACA JUGA: Gajah Mengamuk Ketika Ikut Festival Agama di Sri Lanka, 18 Terluka

Setelah kasus tersebut dilaporkan oleh Komunitas Pecinta Kucing, pihak kepolisian harus melakukan autopsi, terhadap bangkai hewan tersebut.

Autopsi dilakukan oleh tim gabungan, dari Kedokteran Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, bersama Kedokteran Hewan Unair, dan anggota Inafis Satreskrim Polres Tulungagung.

BACA JUGA: Detik-detik Wawan Tancap Gas karena Takut, Tiba-tiba Monyet Besar Memeluknya dari Belakang

Autopsi bangkai kucing dilakukan di ruang pemulasaraan jenazah RSUD dr Iskak Tulungagung.

Ketua Tim Otopsi, Dokter Spesialis Forensik, Tutik Purwanti mengatakan untuk mencari penyebab pasti kematian kucing maka pihaknya mengambil sebanyak enam sampel jaringan organ.

BACA JUGA: Pemakan Kucing Hidup Sudah Teridentifikasi, Ini Nama dan Motifnya

"Sample-sample tersebut selanjutnya dibawa ke Laboratorium Forensik Unair Surabaya, untuk dilakukan analisa guna mengetahui penyebab pasti kematian kucing," jelas Tutik.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan beredarnya video, berisi rekaman seseorang tengah memberi minuman keras pada kucing yang tengah sekarat.

Video viral itu diunggah di Instagram oleh Ahmad Azzam, warga Desa Dukuh Kecamatan Gondang, Tulungagung tersebut.

Dia memberi keterangan di video itu bahwa kucing tersebut dicekoki minuman keras jenis ciu.

Namun, setelah dimintai keterangan oleh polisi, Azzam mengklarifikasi, jika rekannya dalam video viral itu memberi minum air kelapa pada kucing.

Kucing itu diberi air kelapa karena diduga keracunan. (pul/pojokpitu/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler