Vidi Aldiano Kejar Mimpi sampai Amrik

Kalahkan Kekhawatiran Pergi Sendiri

Minggu, 08 Juli 2012 – 08:21 WIB
Vidi Aldiano. Foto: Fedrik Tarigan/Jawa Pos

VIDI Aldiano, 22, sudah mendapatkan segalanya di usianya yang muda. Karirnya cemerlang. Dia sudah mampu menghasilkan materi dengan jerih payah sendiri. Tapi, masih ada banyak impian yang ingin dia kejar. Bahkan, dikejar sampai ke Amerika Serikat.

Pada 5 Juli kemarin pelantun Status Palsu tersebut bertolak ke Boston, AS, untuk dua bulan. Lalu, tahun depan dia ingin melanjutkan S2 di sana.

"Ini kali pertama aku pergi ke Amerika Serikat. Kali pertama jauh dari orang tua dalam waktu lama. Kali pertama puasa dan Lebaran nggak di rumah. Di sana nggak ada saudara pula. Beneran sendirian. Agak worry. Tapi, ya sudah lah. Yang aku dapatkan lebih besar dari sekadar worry karena pergi sendirian ke luar negeri," cerita Vidi pada Selasa sore (26/6) di kantor Trinity Optima Production, Menara DEA, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Penyanyi muda berbakat itu belum pernah pergi sendirian sampai ke AS atau ke Eropa. Pergi sendirian yang paling jauh yang pernah dilakukan Vidi itu masih di sekitar Asia. "Paling ke Hong Kong, Thailand, Singapura. Kalau jauh-jauh begini sih belum pernah," lanjut dia.

Namun, rasa khawatir tersebut tertutup dengan penasaran Vidi untuk segera mengikuti summer program. Mulai awal Juli sampai akhir Agustus, Vidi mendapat kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi musik kontemporer terbesar di dunia. Andi Rianto, composer, adalah salah seorang alumnus tempat tersebut.

Vidi sebetulnya ingin bersekolah di tempat tersebut. Cuma, karena selepas SMA mendapat kesempatan berkarir di dunia hiburan, dia memutuskan untuk kuliah di Universitas Pelita Harapan Jakarta.

"But somehow masih suka memimpikan untuk mencoba sekolah di sana. Sampai akhirnya aku dapat informasi kalau Berklee College of Music ini punya summer program gitu," jelasnya.

Setelah mencari informasi, anak pertama di antara tiga bersaudara tersebut akhirnya mendaftarkan diri. Dia mengirimkan esai dan melampirkan segala sesuatu tentang kiprahnya di bidang musik di Indonesia. Jadwal program ini juga pas dengan liburan kuliah. Karena itu, dia tidak ada pertimbangan cukup berat kalau harus pergi ke AS. "Kan kuliah lagi libur juga," sambungnya.

Dia mulai apply pada Desember tahun lalu. Tiga bulan kemudian, dirinya mendapat pemberitahuan bahwa dirinya menjadi salah seorang peserta program tersebut. Vidi senang luar biasa. Sebab, ada ribuan orang yang melamar untuk mengikuti program itu."Yang diterima cuma ratusan. Dan sepertinya yang dari Indonesia cuma saya. Makin lengkap deh sendirinya di sana hee..," lanjutnya.

Selain karena perguruan tinggi tersebut salah satu yang terbaik di dunia, Vidi juga menyatakan bahwa mereka memberikan banyak kesempatan kepada siswanya untuk tampil.

"Aku aja dapat kesempatan beberapa kali tampil dalam program dua bulan tersebut. Di awal program ada audisi, nanti akan dipilih lima orang untuk tampil di konser tahunan di Boston. Semoga saya beruntung bisa ikutan tampil," ujarnya.

Di sana Vidi tak hanya ingin mempelajari bagaimana cara perform dan menyanyi yang baik, tapi juga mendalami komposisi dan penulisan lagu. Dia ingin belajar supaya punya bekal untuk lebih mengeksplorasi dirinya. Ingin rasanya, kata Vidi, membuat lagu sendiri, membuat liriknya, dan musiknya sendiri. (jan/c14/ayi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mami Regina Lebih Siap Juara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler