Vikjen KAJ Harapkan Kader PMKRI Jadi Garam Bagi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Kamis, 14 September 2023 – 12:32 WIB
Perwakilan PMKRI dari sejumlah cabang di Komda PMKRI Regio DKI Jakarta saat mengikuti diskusi bertema “Kaderisasi Mahasiswa Katolik Menjadi Garam di Tengah Kebinekaan Indonesia” di Hotel 88, Grogol, Jakarta Barat, 9-10 September 2023. Foto: Humas PMKRI

jpnn.com, JAKARTA - Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo Samuel Pangestu, Pr mengharapkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sebagai organisasi kader dapat menjadi garam yang memberikan cita rasa yang pas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Romo Samuel sapaan Vikjen KAK itu menyampaikan hal itu dalam diskusi yang digelar Komisariat Daerah PMKRI Regio DKI Jakarta di Hotel 88, Grogol, Jakarta Barat, 9-10 September 2023.

BACA JUGA: PP PMKRI Paparkan Program Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Diskusi ini mengusung tema “Kaderisasi Mahasiswa Katolik Menjadi Garam di Tengah Kebinekaan Indonesia.”

Tampak hadir delegasi PMKRI Cabang Jakarta Pusat, PMKRI Cabang Jakarta Barat, PMKRI Cabang Jakarta Timur, PMKRI Cabang Jakarta Selatan, PMKRI Cabang Jakarta Utara.

BACA JUGA: Eks Sekjen PP PMKRI Mervin Komber Resmi Bergabung di PDIP

Hadir juga Anton Sinaga selaku Pembimas Katolik DKI Jakarta, Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Deni Iskandar, Koordinator Nahdliyin Muda Connection Okky Tirto, dan Pemerhati Masalah Sosial sekaligus Anggota Penyatu PMKRI R Wahyu Handoko.

Pada kesempatan itu, Romo Samuel mengajak untuk bersama-sama melihat bagaimana Gereja, dalam hal ini kaum klerus dan biarawan untuk mempersiapkan kader Katolik dalam konteks ini kelompok pemuda dan mahasiswa Katolik seperti PMKRI.

BACA JUGA: Wapres Ma’ruf Amin Akan Membuka Rakernas XI PMKRI di Toraja

“Kader PMKRI dalam perutusan menjadi garam itu bukan sesuatu yang mudah, tetapi membutuhkan proses yang harus dilalui seperti dalam konteks membangun dialog kebinekaan,” ujar Romo Samuel.

Menurut Romo Samuel, Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Keberagaman bangsa Indonesia ini bagaikan belati bermata dua.

“Di satu sisi menjadi kekayaan, kekhasan, dan tentunya kebanggaan kita semua. Namun, di satu sisi juga terkadang dapat menjadi hal yang sangat sensitive,” ujar Romo Samuel.

Menurut dia, isu identitas dari keberagaman ini juga sangat rentan dipelintir untuk kepentingan tertentu dan pada tahapan tertentu berpotensi terjadi konflik horizontal.

Komisaris Daerah PMKRI Regio DKI Jakarta Evensianus Dahe Jawang mengatakan persoalan kebinekaan saat ini berkaitan dengan intoleransi dan radikalisme.

Evensianus mengajak semua pihak memiliki kesadaran bersama dalam merawat keberagaman dengan berkolaborasi di semua elemen masyarakat . Salah satunya kegiatan Pendidikan dan sosialisasi terkait aksi nyata seperti membangun ruang dialog antarumat beragama.

Wakil Bendahara Umum PB HMI Deni Iskandar menambahkan organisasi yang tergabung dalam Kelompok Cipayung (HMI, PMKRI, GMNI, GMKI dan PMII) harus menjadi garda terdepan di tengah kebinekaan Indonesia.

“OKP Kelompok Cipayung perlu menjadi pioner. Ada banyak aksi nyata yang harus dilakukan. Salah satunya melalui dialog sebab setinggi-tingginya ilmu, tanpa amal adalah mati,” ujar Deni Iskandar.

Okky Tirto selaku Koordinator Nahdliyin Muda Connection mengatakan mahasiswa Katolik harus sabar dalam mewujudkan garam dan terang bagi sesama dan lingkungan.

“Jalan menjadi garam dan terang adalah jalan mendaki beronak duri. Sebab kerap kali, minoritas dilihat seperti gula dalam secangkir kopi. Kurang dan lebih gula disalahkan, ketika takaran pas kopi dapat pujian. Proficiat mahasiswa Katolik Indonesia,” kata Okky Tirto.

Selain itu, anggota Penyatu PMKRI R. Wahyu Handoko menyampaikan kader PMKRI harus merawat dan mengembangkan spiritual Yesus sebagai teladan gerakan untuk berkontribusi nyata dalam berbagai kebijakan.

“Kita orang  beragama harus jadi garam yang bermutu untuk berjuang dan terlibat terhadap kaum tertindas dengan program kerja yang nyata sehingga berdampak di tengah masyarakat,” ujar Wahyu Handoko.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler