Wabah Corona Ancam Rantai Pasok Industri Otomotif Global

Rabu, 11 Maret 2020 – 23:21 WIB
Salah satu pabrik di Italia. Foto: Carscoops

jpnn.com - Wabah virus corona yang saat ini menyerang Italia, berpotensi merusak industri otomotif lokal juga dunia. Terutama terkait kelancaran rantai pasok suku cadang, seperti sistem pengereman kendaraan, Brembo.

Executive Deputy Chairman Brembo, Matteo Tiraboschi, mengatakan pemerintah harus bertindak cepat agar bisa mengatasi virus dari Tiongkok itu. Jika tidak, ia memprediksi kemungkinan akan mengancam industri otomotif global.

BACA JUGA: Michelin Targetkan Produksi Ban Mobil di Pabrik Multistrada Cikarang

Dia menambahkan, pemerintah Italia telah memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas pekerjaan ataupun pengiriman barang di seluruh wilayah Italia sampai bulan depan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona agar tidak makin meluas.

"Saya harus memikirkan langkah-langkah lain, adanya larangan transportasi barang dan perjalanan pekerja. Ini berarti menghentikan produksi di Italia," katanya seperti dilansir Reuters, Rabu (11/3).

BACA JUGA: Perbedaan Indonesia dan Thailand dalam Menyokong Industri Otomotif ASEAN

"Kinerja industri otomotif global akan sangat terpukul, karena suku cadang mobil yang diproduksi di Italia Utara itu digunakan oleh setengah dari pembuat mobil di dunia," ungkapnya.

Dia juga meminta, kepada pemerintah Eropa untuk melakukan langkah-langkah jitu agar produksi bisa berjalan dengan sediakalanya.

BACA JUGA: Antisipasi Penularan Corona, Anies Menginstruksikan Jajarannya Membatasi Kontak Langsung

"Sekarang Italia ditutup. Mungkin nanti giliran Prancis dan juga Jerman. Ini berisiko akan menurunkan roda ekonomi di Eropa, jika tidak bisa ditangani lebih lebih baik dari sekarang,” terangnya.

Italia sendiri merupakan rumah dari merek kendaraan ternama dunia misalnya Ferrari, Lamborghini, Fiat, Ducati, Maserati dan lainnya.

Ditutupnya sejumlah pabrik utama di Italia, diyakini akan memengaruhi produksi dan pengiriman produk ke sejumlah negara. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler