Waduh! Senator Gaek Ini Disuruh Tutup Mulut, Kenapa Ya?

Rabu, 20 April 2016 – 04:37 WIB
Anggota DPD RI AM Fatwa. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Ocehan anggota DPD RI AM Fatwa soal sengketa lahan antara warga Meruya Selatan, Jakarta Pusat dengan PT Portanigra dianggap hanya membuat kegaduhan. Karena itu, warga yang terlibat sengketa meminta senator asal DKI Jakarta itu untuk tutup mulut.

Warga Meruya Selatan saat ini sudah merasa cukup nyaman dengan suasana kondusif di kawasan tersebut. Sehingga, sudah sewajarnya AM Fatwa tak lagi menghasut ataupun memprovokasi warga setempat.

BACA JUGA: Fahri: Sohibul Itu Tukang Kritik, Enggak Loyal

"Jadi kalo saya lihat, AM Fatwa tidak tau masalahnya. Saya akui dia memang hebat dalam soal politik, tapi soal Meruya Selatan, sorry bos, kami pribumi, lebih paham," jelas Jakaria, Ketua RT 07/03, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (19/4). ‎

Diketahui, beberapa waktu lalu menurut penuturan warga, AM fatwa datang ke Meruya Selatan. Politikus senior itu kemudian meminta warga melakukan perlawanan atas eksekusi lahan dengan menggelar aksi demontrasi‎.

BACA JUGA: Fadli Zon Akui Awasi Ahok Bagian dari Kerja Politis

"Apa sih untungnya demo? Apa bisa mengembalikan kondisi. Kita udah capek demo-demo kalo kondisinya sama aja. Sudahlah patuhi saja proses hukumnya," tutur Jakaria. 

Terlebih saat ini, Jakaria melihat, apa yang dilakukan AM Fatwa hanya menimbulkan kegaduhan. Padahal, jauh sebelum AM Fatwa mengajak warga demo, PT Portanigra sudah lebih dahulu melakukan dialog dengan warga. Termasuk melakukan eksekusi secara santun dan manusiawi. 

BACA JUGA: Inilah Penerima Brevet Komando dan Pisau Sangkur

"Saya sih berharap bisa ditemui dengan AM Fatwa. Biar saya juga jelaskan," tuturnya.

Senada dengan Jakaria, anggota LMK RW 03, Kembangan, Meruya Selatan, Kharudin Dompu, mengatakan sudah sewajarnya AM Fatwa tak lagi menghasut warga untuk berdemo. Terlebih, penggusuran yang di lakukan PT Portanigra tidak akan menyengsarakan warga. Pasalnya akan ada penyelesaian langsung dari PT. Portanigra dengan ahli waris pemilik tanah. 

"Kita ingin menegakan hukum, hukum menjadi panglima. Satu Contoh Presiden SBY aja tidak membela besannya yang kala itu terjerat korupsi. Itu bukti dia menghormati hukum," tuturnya. 

Di sisi lain, Direktur Utama PT Portanigra, Heri Sutanto, sempat mengungkapkan bahwa, pihaknya telah menyelesaikan sengketa lahan bersama warga Meruya Selatan secara kekeluargaan.

"Kami jelas  sudah sepakat berdamai, kalau pun ada yang mau kita tempati, itu merupakan lahan kosong yang selama ini terbengkalai. Jangankan rumah warga, aset- aset Pemrov DKI kita gak usik," jelas dia, beberapa saat lalu.

‎Dirinya berharap, adanya kondisi damai ini dapat memperbaiki hubungan antara pihak Portanigra dan warga yang sebelumnya sempat diwarnai ketegangan. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Blusukan ke Gunung Kidul, Menteri Yuddy Dorong Replikasi Inovasi Pelayanan Publik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler