Waduh! Stok Darah PMI di Daerah Ini Sangat Sedikit

Selasa, 28 Juni 2016 – 17:13 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - BENGKULU – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu sedang was-was. Pasalnya, stok darah yang tersedia sangat sedikit. Peningkatan persediaan darah setiap bulannya selalu diiringi dengan lonjakan permintaan darah dari warga yang membutuhkan.

“Setiap bulannya memang terjadi peningkatan persediaan, namun tetap saja tidak memenuhi kebutuhan yang ada karena yang mau juga semakin banyak,” ungkap Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bengkulu, Burhan kepada BE (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: PLN Perkuat Kelistrikan Jawa Timur dan Madura

Burhan menjelaskan, persedian darah yang paling sedikit yaitu golongan AB. Sedangkan untuk golongan darah lainnya tidak sulit untuk didapatkan, terutama golongan darah O.

“Golongan darah AB paling sulit untuk didapatkan, bukan karena tidak ada pendonor, tapi memang orang yang memiliki darah golongan AB jika dibandingkan dengan golongan darah lainnya sekitar 1:20,” papar Burhan.

BACA JUGA: PLN Bangun Transmisi 150 kilo Volt di Bangkalan

Mengantisipasi peningkatan kebutuhan darah saat lebaran ini, PMI Provinsi Bengkulu bersama PMI Kabupaten/Kota Bengkulu akan siaga 24 jam untuk warga yang membutuhkan donor dari hari sejak H-3 sampai H+3 Idul Fitri.

“Kita akan berkoordinasi dengan PMI setiap wilayah Provinsi Bengkulu untuk berjaga-jaga di beberapa rumah sakit dan yang pastinya standby di PMI Kota Bengkulu di Rumah Sakit (RS) M.Yunus,” ujar Ketua Divisi Relawan PMI Provinsi Bengkulu, Fakhrurazi.

BACA JUGA: Pengakuan Remaja yang Jadi Korban Kebrutalan Geng Motor

Dikatakannya, warga yang membutuhkan donor darah bisa langsung menghubungi PMI setiap wilayah via telepon.

“Tim kita akan sosialisasi dengan warga sekitar agar mereka tahu nomor yang bisa dihubungi jika membutuhkan pertolongan kita,” tutur Fakrurazi.

Ia menambahkan, jika pihak PMI sudah dihubungi dan diberi informasi terkait identitas yang membutuhkan. Relawan segera berkoordinasi dengan anggota lainnya yang memiliki golongan darah yang sama untuk melakukan tranfusi darah di PMI Kota di RSM Yunus.

“Jadi, kita sistemnya standby, hal ini bertujuan agar yang membutuhkan tidak menunggu lama. Seluruh relawan dan PMI setiap wilayah harus selalu berkoordinasi,” tandasnya. (cw4/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Geng Motor Sadis, 5 Remaja Dibakar Hidup-hidup


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler