Waduh! Varian Delta Makin Meluas di Sulawesi Tengah, Daerah Ini Siaga

Sabtu, 17 Juli 2021 – 08:33 WIB
Varian Delta Covid-19 masuk di daerah Sulawesi Tengah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, MOROWALI UTARA - Bupati Morowali Utara (Provinsi Sulawesi Tengah/Sulteng) dr. Delis Julkarson Hehi mengungkapkan varian delta Covid-19 sudah masuk wilayah tersebut.

Menurutnya, varian asal India itu diketahui telah menginfeksi warga di sana.

BACA JUGA: Serangan Varian Delta Mengerikan, WHO Khawatir Mengarah jadi Bencana

"Awalnya saya sangat berharap agar varian delta (Covid-19) ini tidak tembus di daerah kami. Namun, kenyataannya sudah terjadi seperti sekarang," kata dr. Delis dalam rapat koordinasi terpadu Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Morut di Kantor Bupati Morut, Jumat (17/7).

Delis menyebutkan ada masyarakat yang sudah capek menerapkan protokol kesehatan (prokes), pencegahan penularan, dan penyebaran Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan dan prokes lainnya.

BACA JUGA: Varian Delta Ditemukan di Luar Jawa, Bang Charles Respons Seperti Ini

Namun dengan kondisi saat ini, mau tidak mau prokes tersebut harus dilakukan secara ketat agar tidak terpapar Covid-19, utamanya varian delta.

"Prokes yang harus dilaksanakan oleh semua pihak yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun (3M) serta tracing atau penelusuran, testing atau pengujian, dan treatment atau pengobatan (3T),"ujarnya.

Pada rapat tersebut juga disepakati untuk kembali mengaktifkan semua posko Covid-19 di setiap desa dan memperketat pintu perbatasan antarkabupaten.

Dia juga meminta para camat yang wilayahnya berada di perbatasan antara kabupaten seperti Kecamatan Soyojaya, Mori Utara, Mori Atas, Lembo Raya, Petasia Timur dan Mamosalato untuk melakukan pengetatan arus keluar dan masuk masyarakat.

"Begitupun 16 pusat keselamatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Morut untuk selalu siaga untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang kini sangat mengkhawatirkan,"ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Binmas Polres Morut AKP Dedi Suparman dalam rapat itu mengemukakan melihat perkembangan Covid-19 di Morut saat ini maka langkah pengetatan dan operasi yustisi harus kembali dilakukan.

"Selain itu ada 20 kampung tangguh di Morut yang merupakan binaan Polres akan dioptimalkan untuk mencegah dan mengantisipasi penularan dan penyebaran Covid-19,"terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Morut Delnan Lauende menyatakan hingga 15 Juli tercatat 187 warga Morut dinyatakan positif Covid-19 dan kini menjalani perawatan. Selain itu 15 orang meninggal dunia.

Belakangan ini, kata dia, penyebaran Covid-19 dengan masuknya varian delta begitu cepat dan sangat mengkhawatirkan. Bahkan di Morut saat ini sudah empat kecamatan yang dinyatakan zona merah.

"Keempat kecamatan zona merah Covid-19 tersebut adalah Kecamatan Lembo, Lembo Raya, Petasia Timur dan Petasia," jelas Delis. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler