Wahai Pelaku Industri Kreatif, Janganlah Kalian Saling Sikut

Jumat, 06 Oktober 2017 – 11:49 WIB
Keseruan Tercipta Ketika Raisa Tampil Menghibur. Foto Radar Gresik/JPNN.com

jpnn.com - Dunia seni dan hiburan begitu lekat dengan ide-ide kreatif. Maka, tak salah jika para pelakunya diundang untuk menjadi pembicara pada event Ideafest 2017 yang berlangsung dua hari di Jakarta Convention Center. Pada hari pertama kemarin (5/10), ada penyanyi Raisa Andriana yang menjadi pembicara.

Perempuan yang baru pulang bulan madu dari Italia itu ditemani Direktur Juni Records Adryanto Pratono. Mereka mengisi sesi Mutual Engagement: Creating a Harmonious Collaboration.

BACA JUGA: Begini Reaksi Raisa Ditanya Soal Bulan Madu dengan Hamish

Raisa membagikan cerita seputar pengalamannya selama berkolaborasi dengan berbagai pihak. ”Saya tidak bisa melakukan semua sendiri,” kata istri Hamish Daud itu di depan hadirin.

Menurut Raisa, kolaborasi sangat penting di industri kreatif. Lewat kerja sama di sebuah proyek, Raisa dan pihak yang diajak berkolaborasi bisa menghasilkan karya yang lebih baik.

BACA JUGA: Resepsi di Bandung, Bella Bakal Dibandingkan dengan Raisa?

Misalnya, saat dia berduet dengan Isyana Sarasvati dalam lagu Anganku Anganmu. Selama proses persiapan, Raisa banyak berdiskusi dengan Isyana terkait proses kreatif yang berujung pada lahirnya lagu itu.

Tidak hanya ngehit, Anganku Anganmu juga membungkam semua gosip mengenai ketidakakuran mereka. Raisa menambahkan bahwa bukan saatnya saling sikut satu sama lain di industri kreatif.

BACA JUGA: Wow! Raisa Kembali Masuk Nominasi MTV EMA

”Masing-masing bisa saling belajar dan membangun lewat kolaborasi. Pertemanan juga bisa dijalin,” kata pelantun Usai di Sini itu.

Contoh lain saat Raisa berkolaborasi dengan band metal Seringai. Walaupun berbeda genre musik dan gaya bernyanyi, Raisa tidak memandangnya sebagai hambatan.

Justru dengan berkolaborasi lintas genre, Raisa punya kesempatan menambah wawasan musik sekaligus mengetahui tipe penggemar musik metal.

”Kalau pada akhirnya ada yang kurang suka dengan kolaborasi saya dan artis lain, itu bukan masalah besar,” katanya.

”Yang paling penting dalam kolaborasi adalah percaya sama partner dan jangan egois,” imbuh Raisa.

Setelah Raisa, giliran Vidi Aldiano yang berbicara untuk tema Scaling Collaboration to The Next Level. Vidi mengungkapkan hal yang hampir sama dengan Raisa.

”Industri kreatif membutuhkan kerja sama agar bisa berkembang,” kata Vidi.

Saat awal karir, Vidi sempat galau lantaran banyak label yang menolak demo albumnya. Akhirnya, dia merilis album pertamanya, Pelangi di Malam Hari, di bawah label yang dia buat sendiri.

Berkat kerja sama dengan radio dan distributor, album pun bisa terjual dengan baik. Nama Vidi tenar dan bahkan dilirik oleh salah satu label yang pernah menolak demonya. Pada momen itulah, Vidi mengakui pentingnya kolaborasi.

Untuk album terbarunya, Persona, Vidi menggandeng Kreavi, platform yang beranggota para desainer muda Indonesia. Para desainer itu lantas membuat artbook Persona yang berisi lukisan atau gambaran visual dari lagu-lagu di album Persona.

”Karya saya jadi lebih beragam lewat ide kreatif Kreavi,” katanya.

Selain mereka, artis lain yang menjadi pembicara adalah Andien, Dipha Barus, Anji, Deddy Corbuzier, Jevin Julian, Bayu Skak, dan Yovie Widianto. (len/c6/ayi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dicap Ribet, Ini yang Harus Disiapkan Bila Mau Undang Raisa


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler