Wajah Baru setelah Operasi 36 Jam

Kamis, 29 Maret 2012 – 08:43 WIB

BALTIMORE – Setelah 15 tahun bersembunyi di balik topeng, Richard Lee Norris bakal memulai babak baru dalam kehidupannya. Pria asal Virginia yang kehilangan bibir, hidung, dan gigi dalam insiden kecelakaan senjata pada 1997 itu akhirnya punya wajah utuh kembali. Selasa waktu setempat (27/3) atau kemarin WIB (28/3), University of Maryland Medical Center merilis foto wajah baru pria 37 tahun tersebut.

’’Kondisi Richard Lee Norris berangsur pulih setelah menjalani operasi cangkok wajah pekan lalu. Dia mulai bisa merasakan wajahnya maupun bisa bersikat gigi serta bercukur,’’ tutur tim dokter yang menangani operasi rumit itu dalam pernyataan resmi. Pada hari ketiga pascaoperasi, penciuman warga Kota Hillsville, Carroll County, Negara Bagian Virginia, AS, itu sudah mulai berfungsi normal.

Sebelumnya, Norris sudah menjalani 22 kali operasi. Mulai dari operasi untuk menyelamatkan nyawanya sampai operasi transplantasi untuk merekonstruksi bentuk wajah dan fungsinya. Maklum, pasca insiden yang hampir saja merenggut jiwanya tersebut, pemuda tamatan SMA itu tak bisa lagi membau atau merasakan makanan dengan normal.

Selain kehilangan hidung, insiden itu membuat Norris kehilangan seluruh gigi serta sebagian lidahnya. Selama 15 tahun terakhir, dia terpaksa mengonsumsi makanan tanpa mencium aroma atau menikmati rasanya. Karena bentuk wajahnya tidak sempurna, Norris pun menggunakan topeng jika hendak meninggalkan rumah. Dia hanya keluar pada malam hari.

’’Selama ini, dia hidup dalam kesepian. Saya berharap operasi ini bisa mengembalikan kehidupan yang pernah dia miliki dulu,’’ ujar Eduardo Rodriguez, dokter ahli bedah yang memimpin operasi selama 36 jam itu, seperti dilansir Agence France-Presse kemarin (28/3). Rodriguez berharap, keberhasilan cangkok wajah itu juga akan membangkitkan kembali rasa percaya diri Norris.

’’Kehadiran Richard selalu menarik perhatian orang karena dia memakai topeng. Semua orang, sepertinya, ingin melihat wajahnya yang buruk rupa di balik topeng. Tetapi, kini orang punya alasan lain untuk menatap wajahnya,’’ papar Rodriguez. Saat ini, Norris pun tak perlu topeng atau menunggu malam tiba jika ingin beraktivitas di luar rumah.

Dalam jumpa pers, tim dokter pun memperlihatkan tiga potret Norris dengan wajah berbeda. Pada potret pertama, tampak wajah asli Norris sesaat setelah lulus SMA pada 1993. Potret kedua memperlihatkan wajah Norris sebelum cangkok wajah atau sesaat setelah mengalami petaka. Lalu, foto ketiga yang diambil pada Senin waktu setempat (26/3), terlihat wajah Norris pascatransplantasi dengan jahitan di atas telinga.

Rodriguez mengatakan bahwa cangkok wajah terhadap Norris merupakan operasi paling kompleks yang pernah dia tangani. Tim dokter harus mengangkat seluruh jaringan wajahnya yang rusak, sebelum mencangkokkan wajah baru dari seorang donor. ’’Pengangkatan jaringan yang rusak itu menjadi bagian paling menentukan. Setelah itu, kami tidak boleh gagal,’’ ungkapnya.

Begitu jaringan yang rusak diangkat, tim dokter pun langsung mencangkokkan gigi, rahang atas, rahang bawah, dan lidah. Selanjutnya, Rodriguez dan timnya menanam jaringan kulit wajah milik donor ke wajah Norris. ’’Meski menerima donor wajah utuh, Richard tak mirip sedikitpun dengan si pendonor. Wajah yang kita lihat merupakan perpaduan wajah donor dan wajah pasien,’’ tegasnya.

Seluruh biaya operasi Norris ditanggung oleh yayasan milik Angkatan Laut (AL) AS. Donor yang memberikan wajahnya pada Norris, kabarnya, juga memberikan bagian tubuhnya yang lain kepada empat pasien transplantasi lainnya. Konon, operasi transplantasi terhadap lima pasien itu merupakan pilot project AL AS untuk program cangkok organ pada para tentaranya yang cacat akibat perang. (AP/AFP/BBC/hep/dwi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Cokelat Membantu Membentuk Tubuh Ramping


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler