Wakil Ketua DPRD Cekik dan Todong Petugas SPBU

Sabtu, 14 Juni 2014 – 19:16 WIB
Dedi dan Yuday dua petugas SPBU yang dicekik dan ditodong anggota DPRD. Foto: Sumut Pos/JPNN.com

jpnn.com - PEMATANGSIANTAR - Wakil Ketua DPRD Simalungun JS kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini, JS dilaporkan karena mencekik leher Dedi, karyawan SPBU Simpang Sambo Jalan Sangnawaluh.

Tak hanya itu,  JS juga menodong karyawan lainnya Yudha dengan benda keras yang ditutupi kain baju, seperti senjata api (senpi).

BACA JUGA: PKL Mendukung, Kubu Prabowo-Hatta Yakin Menang di Jatim

Menurut Dedi, peristiwa penodongan tersebut terjadi Minggu (8/6) sekira pukul 13.00 WIB saat Yudha sedang bekerja di SPBU tersebut.

"Tiba-tiba aja datang dia (JS) yang ngaku-ngaku sebagai Anggota DPRD itu mencari-cari teman kami Yudha, namun karena dihalangi dia malah mencekik leherku,” aku Dedi, ketika ditemui ditempat kerjanya.

BACA JUGA: Dolly Ditutup, Pemprov Siapkan Rp 1,5 M

Diceritakannya, mulanya JS datang menggunakan sepeda motor ke SPBU tersebut, ingin mengisi BBM sepeda motornya. Namun di situ JS tidak mau antre, melainkan memutarkan sepeda motornya dengan melawan antrean.

"Karena itu, Yudha menegur JS, namun JS marah-marah dan memaki Yudha, sembari mengaku-ngaku sebagai anggota dewan," ujarnya.

BACA JUGA: Fungsionaris PAN Dukung Jokowi-JK

Setelah marah dan memaki, JS pun menginggalkan SPBU dan satu jam kemudian Julius kembali lagi dengan menggunakan mobil Pajero BK 811 TQ. "Saat tiba dia langsung mencekikku dan menodong Yudha," ujarnya.

Sementara, Yudha menerangkan, saat dia menegur JS, dia malah dimarahi. Bahkan, JS berkata kasar kepadanya. "Aku kira masalah itu sampai di situ saja. Ternyata, dia kembali lagi dengan menggunakan mobil dan menodongku, tepat di bagian perutku," ujarnya.

Dia mengaku, tidak tahu ditodong menggunakan benda apa, namun benda tersebut seperti pistol yang ditutupi dengan baju JS. "Mulanya benda itu ada di sela celananya, namun tiba-tiba dikeluarkannya, tapi tertutup bajunya. Kuat dugaan itu pistol," ujarnya.

Setelah mengancamnya, JS pun pergi. Yudha melaporkannya kepada pimpinannya. "Uda kami laporkan ke pimpinan kami, tapi pimpinan kami bilang kalau mau melapor ke polisi jangan membawa nama perusahaan," ujarnya.

Dikatakannya, sehari setelah kejadian tersebut ia dengan Dedi hendak melaporkan peristiwa tersebut, namun tidak jadi, karena masih menunggu itikad baik dari JS.

"Selama tiga hari kami tunggu, tapi tidak ada itikad baik dari JS, sehingga hari ini kami kembali mendatangi Polres Siantar," ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, setelah di Mapolres Siantar, dia dan Dedi juga tidak jadi membuat laporan pengaduan, karena kurangnya bukti untuk melaporkan JS.

“Selain nggak ada bukti. Polisi itu bilang pimpinan kami juga harus ikut. Karena itulah, tidak jadi,” katanya.

Sementara itu, Kordinator Lapangan SPBU Sambo, Sandro Tobing, membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Aku tidak lihat peristiwa itu, aku cuma dengar dan menerima laporan karyawan ku saja. Kalau pun mereka mau ngadu itu kan hak mereka, saya tidak melarang," ujarnya.

JS yang dikonfirmasi melalui telepon tadi malam membantah mengancam petugas SPBU tersebut. Dia menerangkan, memang benar hari Minggu itu dia mengisi bensin di SPBU tersebut.

Dia mengaku, saat itu dia memang buru-buru hingga tidak mengikuti antrean. Namun, katanya, dia sudah meminta tolong kepada petugas SPBU agar diberi izin tanpa antrean. Namun, saat hendak memasuki tangki pengisian, dia tersandung dan petugas tersebut menegurnya.

JS pun membalas teguran itu hingga terjadi pertengkaran kecil. "Tak ada saya apa-apain dia, apalagi menodong," katanya.

Lalu, dia pergi dari SPBU itu dan tak jadi mengisi bensin. Tak lama, dia kembali ke SPBU itu mengendarai mobilnya lalu menyuruh petugas tersebut memanggil pimpinannya, Bobby.

"Saya suruh dia panggil pimpinannya (Bobby), karena Bobby itu kawan saya. Saya kan langganan di situ dan saya memang ada perlu hingga terburu-buru, dan saya baik-baik minta tolong agar tidak usah mengantre," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Lalu, setelah ketemu dengan Bobby, JS mengatakan pada Bobby agar dia menasehati anggotanya. Setelah itu, dia pun pergi dari SPBU itu.

"Ada yang memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkan saya. Kalau memang kejadiannya hari Minggu, kenapa tidak di situ dilaporkan? Kenapa baru sekarang? Kan pasti ada yang menghasut ini. Ini jelas dipolitisir," ujarnya. (**)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Susah Mendisiplankan PNS karena Atasannya tak Tegas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler